BONTANG – Pemkot bekerja sama dengan Jeju, Korsel, untuk meningkatkan pengelolaan sampah.
Nilai kerja sama ini mencapai Rp150 miliar, yang difokuskan pada pelatihan dan pendampingan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan, bantuan yang diberikan bukan berupa uang, melainkan pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan sampah yang lebih efisien
“Kerja sama ini bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah yang lebih efisien,” jelasnya, Senin 3 November, di Rumah Jabatan Wali kota Bontang.
Salah satu teknologi yang akan diterapkan adalah Waste-to-Energy (WTE), yang mengubah sampah menjadi energi.
Bae Sung Kim, perwakilan Jeju National University, menambahkan, Bontang bisa mandiri dalam mengelola sampah dan menghasilkan biogas.
“Kami harapkan memberi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dan energi di Bontang,” pungkasnya. (*/Ayb)

















