KUTIM – Jalan Ringroad di Desa Sangkima, Sangatta Selatan, Kutai Timur, belum juga tuntas.
Padahal sudah puluhan tahun dinanti warga. Denhan begitu, dampaknya terasa ke dunia pendidikan.
Siswa yang mau lanjut SMA harus ke Sangatta kota, dengan jaraknya tak dekat dan bisa 13 sampai 20 kilometer.
Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, menyebut kondisi ini bikin anak-anak terpaksa berhenti sekolah.
“Karena jalan belum terhubung, tiap tahun ada anak dari Sangkima dan Teluk Singkaram yang tidak lanjut sekolah,” ujarnya, Rabu (12/2/2026).
Menurut Alwi, jalan bukan sekadar dibuka, akan tetapi seharusnya layak dilalui, meskipun Ringroad yang dijanjikan belum tersambung penuh.
Dia bilang, jalan yang ada baru sekitar 9 kilometer dan Itu pun belum dilanjutkan sejak era bupati pertama Kutim.
“Sudah lebih 20 tahun Kutai Timur berdiri, tapi jalan penghubung dua desa ke kota belum juga ada,” tegasnya.
Masalah ini bukan cuma soal sekolah, kata dia, tapi warga juga kesulitan akses kesehatan.
“Sulit kirim hasil pertanian dan perikanan dan penanganan bencana pun terhambat,” ungkapnya.
Alwi berharap ada solusi bersama, baik pemerintah, perusahaan, dan pengelola TNK diminta duduk satu meja.
Lanjut dia, pembangunan jalan bisa tetap sejalan dengan konservasi.
“Jalan ini bukan cuma untuk warga. Akses itu juga penting kalau ada kebakaran hutan di kawasan TNK,” tutupnya. (*/Arya)















