KUTIM – Banjir kiriman kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
Salah satu titik terparah berada di Gang Banjar, Kelurahan Teluk Lingga.
Wilayah tersebut berada tepat di bantaran sungai. Kondisi itu membuat permukiman warga kerap terendam saat debit air meningkat.
Seorang warga setempat, Nita Safitri, mengungkapkan keresahan yang dirasakan masyarakat.
Dia menyebut banjir tidak hanya merusak harta benda, tetapi juga memicu rasa takut.
“Banjir dari hulu ini sering datang tiba-tiba. Warga jadi waswas karena beberapa kali buaya muncul di sekitar rumah,” katanya, Sabtu 17 Januari 2026.
Ia menyebut, belum lama ini warga bahkan sempat mengamankan seekor buaya berukuran besar.
Kejadian itu semakin menambah kekhawatiran masyarakat.
Menurut Nita, kondisi sungai saat ini juga semakin memprihatinkan. Aliran air nyaris tidak terlihat akibat dipenuhi tanaman liar.
“Sungainya seperti tertutup tumbuhan. Air tidak mengalir lancar,” ujarnya.
Selain itu, pagar pembatas sungai yang dibangun pemerintah dilaporkan banyak yang rusak dan roboh.
Akibatnya, area permukiman semakin rawan terdampak banjir.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan. Normalisasi sungai dinilai mendesak untuk mengurangi risiko banjir kiriman ke depannya.
“Masyarakat sudah sangat resah. Kami berharap ada tindakan nyata secepatnya,” tutupnya. (*/Red)
















