BONTANG – Dinas Kesehatan Bontang kembali menggiatkan upaya meningkatakan kualitas kader Posyandu.
Melalui kegiatan Gerakan Posyandu Aktif, diharapkan mampu menicptakan Kader posyandu unggul sebagai garda terdepan untuk meneruskan program Kesehatan kepada Masyarakat.

Kegiatan Gerakan posyandu aktif dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan pada Kamis, 13 November 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahtiar Mabe menegaskan komitmen Dinkes untuk menjaga kesehatan masyarakat sejak dini untuk generasi masa depan Kota Taman.

Dia meyakini kunci kesehatan balita dipegang oleh kader posyandu.
“Oleh karena itu, kader harus perlu terus ditingkatkan kemampuannya,” tegasnya.

Bahtiar Mabe mengatakan ada perbedaan kader posyandu seiring berjalannya masa waktu.
Menurutnya, kader saat ini membutuhkan pengetahuan dan kemampuan tinggi saat menjalankan tugasnya dalam kegiatan posyandu baita.
Dalam kegiatan Gerakan Posyandu Aktif memiliki tujuan meningkatkan keaktifan dan memperkuat peran kader.
Selain itu, gerakan ini dilalakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menurunkan angat stunting di kota Bontang.
“Singkatnya, untuk menggerakkan kembali Posyandu bidang kesehatan agar lebih optimal,” ucapnya.
Acara tersebut juga menjadi pembuka pelaksanaan pelatihan kader secara digital.
Pelatiahan itu merupakan kerja sama kementerian kesehatan dengan lokus Bontang dan Balikpapan.
Rencananya bakal diukuti oleh 60 kader terpilih yang berasal dari 12 posyandu.
Para kader yang berpartisipasi bakal dibelaki 25 kompetensi dengan pendekatan Learning Management System (LMS).
Pembelajaran digital Latihan kader akan berlangsung sampai 16 November 2025. Setelah lulus para kader posyandu akan melaksanakan tahap penilaian kecakapan kader oleh tim puskesmas.
“Perlu terus dilakukan evaluasi kader posyandu agar lebih unggul,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan kedudukan kader posyandu yang bersentuhan langsung dengan kesehatan generasi baru kita Bontang.
Para kader dinilai menjadi tonggak yang menentukan keberlangsungan generasi yang sehat, khususnya dari stunting yang menjadi isu nasional.
“Posyandu bukan hanya tempat menimbang balita, tapi juga pusat edukasi gizi, pencegahan stunting,” pungkasnya. (*/ADV)

















