BONTANG – Dinas Kesehatan Kota Bontang memberikan sejumlah himbauan mengenai penyebaran penyakit TBC di Bontang.

Hal ini dilakukan melihat penemuan penyakit TBC yang menghampiri pasien anak kecil hingga dewasa

Tercatat afa 897 kasus Tuberkulosis (TBC) sepanjang Bulan Januari hingga November 2025.

Angka tersebut melingkupi pasien usia anak sebesar 283 kasus dan pasien dewasa 614 kasus yang tersebar di berbagai kelurahan di Kota Bontang.
Penemuan ini merupakan hasil pemeriksaan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik Swasta, serta Lapas/Rutan Kelas IIA Bontang
Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan Bontang, Astika Putri menjelaskan bahwa penularan TBC terjadi melalui kontak erat dalam jarak dekat dengan penderita, terutama saat penderita batuk, bersin atau berbicara.

Risiko penularan dipengaruhi oleh tiga faktor utama: jumlah bakteri yang dikeluarkan oleh penderita, daya tahan tubuh orang yang terpapar, serta kondisi lingkungan seperti ventilasi dan kelembaban ruangan.
“Jika ketiga faktor tersebut mendukung, maka penularan dapat lebih mudah terjadi,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Public Safety Center (PSC), Sabtu 22 November 2025.
Astika Putri mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan, seperti memastikan ruangan memiliki pencahayaan matahari dan ventilasi yang memadai.
“Sering membuka ventilasi dan membiarkan sinar matahari masuk sangat membantu mengurangi risiko penularan,” imbuhnya. (*/ADV)

















