BONTANG – Dinas kesehatan (Dinkes) Bontang terus aktif melakukan upaya dalam mencegah penyebaran kasus penyakit menular di Kota Taman.

Penyakit menular menjadi ancaman nyata bagi generasi masa depan Bontang.
Salah satu langkah konkret Dinkes Bontang untuk menjaga generasi Bontang tetap sehat dilakukan melalui kegiatan penyelidikan epidemiologi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyelidikan epidemiologi bertujuan untuk mengidentifikasi resiko penularan dan mencegah penyebaran lebih luas.
Selain itu, langkah ini merupakan salah satu bentuk pengendalian efektif dan tepat sasaran.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular, Nur Ilham mengatakan penyelidikan dilakukan melalui kinerja dan sinergi bersama Puskemas yang ada di seluruh Kota Bontang.

“Sinergi ini bukan hanya dengan puskesmas, namun yang paling penting peran aktif masyarakat Bontang,” tegasnya, Rabu, 19 November 2025.
Nur Ilham menerangkan Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Bontang akan melakukan penyelidikan epidemiologi dengan cara pemantauan jentik rumah kasus DBD.
Selanjutnya Tim tersebut bakal melakukan pendalaman kasus dengan cara melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat perjalanan penyakit maupun pengamatan Lingkungan.
“Petugas akan melakukan kunjungan rumah dan survei di lingkungan pasien DBD,” ucapnya.
Nur Ilham menyebut per November tahun 2025 telah terjadi 272 kasus DBD yang telah ditindaklanjuti dalam penyelidikan epidemiologi tim kerja penyakit menular Dinkes Bontang.
Dia menyampaikan ajakannya untuk seluruh masyarakat Bontang agat aktif berperan andil dalam mencegah penyebaran penyakit di Bontang. Peran aktif itu dilakukan menggunakan pendekatan metode 3M plus.
Perlu kewaspadaan karena meningkatnya curah hujan, potensi perindukan nyamuk akan lebih banyak.
“Karenanya perlu konsistensi pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus,” tegasnya.
Nur Ilham menjelaskan 3M plus merupakan pendekatan yang perlu diperhatikan masyarakat. Pendekatan itu meliputi 3 cara yang bisa dilakukan di rumah masing-masing.
Cara pertama, menguras tempat penampungan. Cara kedua, menutup rapat tempat-tempat penyimpanan. Kemudian, cara terakhir mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
“Kami harap masyarakat tetap menjaga lingkungan dan menerapkan 3M Plus secara rutin,” tambahnya.
Data Sebaran kasus DBD di 15 kelurahan Kota Bontang per November 2025:
1. Kelurahan Api-api: 27 kasus DBD;
2. Kelurahan Belimbing:13;
3. Kelurahan Berebas Basah: 24;
4. Kelurahan Berebas Tengah: 25
5. Kelurahan Bontang Baru: 17 kasus DBD;
6. Kelurahan Bontang Kuala: 17 kasus DBD;
7. Kelurahan Bontang Lestari: 14 kasus DBD;
8. Kelurahan Guntung: 4;
9. Kelurahan Gunung Elai: 14;
10. Kelurahan Gunung Telihan: 21;
11. Kelurahan Kanaan: 4;
12. Kelurahan Loktuan: 28;
13. Kelurahan Santimpo: 4;
14. Kelurahan Tanjung Laut: 34;
15. Kelurahan Tanjung Laut Indah: 26, dengan total 272 kasus DBD. (*/ADV)

















