Manggarai Timur, NTT – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Manggarai Timur mengajak generasi muda ikut aktif mengawasi jalannya pemilu.
Ajakan ini sejalan dengan upaya Bawaslu memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif (P2P) di daerah.
Ketua GP Ansor Manggarai Timur, Edy Gunawan, mengatakan pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam demokrasi.
“Anak muda harus menjadi mata dan telinga demokrasi,” ujarnya, Kamis (13/11).
Menurut Edy, pengawasan pemilu bukan hanya tugas lembaga resmi.
“Itu tanggung jawab moral seluruh warga negara, terutama generasi muda yang peduli masa depan bangsa,” katanya.
Dia menegaskan, semangat hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air bagian dari iman, harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kita harus menjaga proses politik yang bersih, damai, dan bermartabat,” ujarnya.
Edy juga meminta kader Ansor menjadi teladan dalam berpolitik.
“Kader Ansor harus menolak politik uang dan penyalahgunaan tempat ibadah untuk kampanye,” tegasnya.
“Ini bagian dari jihad kebangsaan kita,” tambahnya.
GP Ansor Manggarai Timur berkomitmen bekerja sama dengan Bawaslu dan organisasi kepemudaan lainnya.
Kerja sama itu untuk memperkuat literasi kepemiluan di kalangan pemilih muda dan masyarakat akar rumput.
“Kita ingin pemilu bukan sekadar rutinitas lima tahunan,” teranganya.
“Tapi menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang melahirkan pemimpin berintegritas.” pungkasnya. (*/Red)














