SANGATTA – Kutai Timur berhasil mencatat terobosan nyata dalam menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di Kalimantan Timur.
Dalam enam bulan terakhir, Kutim menjadi satu-satunya kabupaten yang menunjukkan tren penurunan, sementara daerah lain justru mengalami kenaikan.
Berdasarkan data Pusat Data Nasional Pendidikan, jumlah ATS di Kutim turun dari sekitar 13.000 anak pada Maret menjadi kurang lebih 9.000 anak pada September.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, mulai dari Disdikbud, PKK, RT/RW, Disdukcapil, hingga Puskesmas.
“Kami langsung turun lapangan begitu data nasional keluar. Banyak anak yang tadinya tercatat ATS ternyata masih aktif bersekolah,” kata Mulyono belum lama ini.
Dari validasi tersebut, sekitar 3.000 data sudah dikoreksi, sementara sisanya masih ditelusuri di lapangan karena ada perbedaan antara data pendidikan, kependudukan, dan kesehatan.
“Proses ini sudah mencapai separuh jalan dan kami targetkan rampung akhir tahun,” tambahnya.
Keberhasilan Kutim ini dinilai sebagai contoh praktik baik penggunaan data akurat sekaligus kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak di wilayah pelosok yang selama ini sulit dijangkau. (ADV)

















