KUKAR – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah desa di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Banjir terjadi akibat luapan sungai dari wilayah hulu. Debit air meningkat setelah hujan deras mengguyur Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut.
Polsek Kenohan bergerak cepat melakukan pemantauan lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta menjaga situasi tetap aman dan terkendali.
Kapolsek Kenohan, AKP Giri Pratiwo, mengatakan pemantauan dilakukan sejak Senin (19/1/2026). Kegiatan dimulai pukul 05.00 hingga 17.00 WITA.
Hasil pantauan menunjukkan banjir terparah terjadi di Desa Kahala Ilir. Genangan air terpantau di RT 07 dan RT 08.
Air sungai meluap hingga menggenangi jalan desa. Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
“Air sudah masuk ke pekarangan rumah warga dan masih bertahan hingga sore hari,” ujar AKP Giri Pratiwo, Rabu 21 Januari 2026.
Dia menyebut kondisi tersebut dipicu limpahan air dari wilayah hulu. Curah hujan yang tinggi turut memperparah situasi.
Selain permukiman warga, halaman Kantor Desa Kahala Ilir juga terendam banjir. Ketinggian air hampir sama dengan genangan di jalan desa.
Warga diminta tetap waspada. Debit air berpotensi meningkat jika hujan kembali turun.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Desa Semayang. Genangan air terpantau di jalan masuk desa sepanjang 50 hingga 400 meter.
Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter. Kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat melintas.
Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Jalan HTI PT AAU, Loa Surut, Desa Kahala. Jalan tersebut tergenang air cukup dalam.
“Ketinggian air di lokasi mencapai 50 hingga 100 sentimeter. Arus air terpantau cukup deras,” pungkasnya. (*/Red)

















