BONTANG – SDIT Cahaya Fikri menggelar pemetaan calon murid baru Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu, 24 Januari 2026.
Sebanyak 61 calon murid ikut dalam gelombang pertama.
Bukan untuk diseleksi. Tapi dipetakan. Anak-anak menjalani observasi dengan pendekatan menyeluruh.

Mulai dari perkenalan diri, kemampuan motorik, hingga kemandirian, serta kemampuan membaca dasar juga ikut dilihat.
“Ini bukan tes masuk,” tegas Kepala SDIT Cahaya Fikri, Nina Risdiana, Selasa 27 Januari 2026.
“Kami hanya memotret kemampuan awal anak,” sambungnya.
Menurut Nina, hasil pemetaan akan membantu guru menyusun pendekatan belajar.
Supaya pembelajaran lebih sesuai kebutuhan masing-masing murid. Tak hanya anak, orang tua juga ikut terlibat.

Sekolah menggelar sesi wawancara khusus bagi wali murid, dengan fokusnya soal komitmen dan mengikuti tata tertib sekolah.
Kemudian juga selalu mendukung program pendidikan selama enam tahun ke depan.
“Kami ingin sekolah dan orang tua punya visi yang sama sejak awal,” ujar Nina.
Pelaksanaan pemetaan melibatkan 6 guru dan 4 interviewer. Seluruh proses dilakukan terjadwal dan intensif.
Untuk gelombang kedua, pendaftaran akan dibuka pertengahan Februari hingga Maret.
“Jika sudah mencapai 30 murid, penerimaan langsung ditutup,” bebernya.
Kepala Sekolah SDIT Cahaya Fikri menegaskan, pemetaan ini adalah langkah awal.
“Agar proses belajar anak bisa dimulai dengan cara yang paling tepat sejak hari pertama,” pungkasnya. (*/Ayb)
















