BONTANG – Ketua RT di Kelurahan Gunung Telihan kini tak hanya bertugas mengurus administrasi warga.
Mulai tahun 2026, mereka juga didorong menjadi garda terdepan dalam menekan angka stunting dan mengawal pengelolaan sampah ramah lingkungan di wilayah masing-masing.
Komitmen tersebut ditandai melalui Sosialisasi dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kelurahan Gunung Telihan bersama seluruh Ketua RT, Senin 8 Juni 2026 malam.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan program prioritas Pemerintah Kota Bontang yang menyasar dua persoalan penting, yakni stunting dan kebersihan lingkungan.
Lurah Gunung Telihan, Meti Tandi, menegaskan keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan aktif para Ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Pasalnya, Ketua RT menjadi pihak yang paling mengetahui kondisi warganya, mulai dari keluarga yang berisiko stunting hingga persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian khusus.
“Ketua RT bukan hanya penyambung informasi pemerintah. Mereka adalah penggerak yang berada paling dekat dengan masyarakat dan memiliki peran penting dalam menyukseskan program pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Sebab, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
Karena itu, pemerintah mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan stunting, mulai dari tingkat keluarga hingga lingkungan RT.
“Percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Harus ada kolaborasi dan kepedulian bersama agar target yang ditetapkan dapat tercapai,” katanya.
Di sisi lain, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius. Pemerintah Kelurahan Gunung Telihan ingin membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Meti menilai perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membiasakan pemilahan sampah dari rumah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama. Jika warga mulai peduli terhadap kebersihan lingkungannya, maka persoalan sampah akan lebih mudah ditangani,” pungkasnya. (*/Niwil)

















