Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Garis Kemiskinan Naik, Ini 5 Ciri Ekonomi Kelas Bawah yang Perlu Diketahui

Garis Kemiskinan Naik, Ini 5 Ciri Ekonomi Kelas Bawah yang Perlu Diketahui

by Redaksi Cuitan Kaltim
26 Juli 2025
in Dinamika, Kesehatan, Lifestyle, Nasional, Pemerintahan, Umum
0
Ilustrasi orang dengan ekonomi kebawah. (Ist)

Ilustrasi orang dengan ekonomi kebawah. (Ist)

Share on Facebook

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan nilai garis kemiskinan nasional pada September 2024 lalu.

Berdasarkan rilis terbaru, dikutip Sabtu 26 Juli 2025, angka garis kemiskinan (GK) kini berada di angka Rp 595.242 per kapita per bulan, meningkat 2,11% dibandingkan Maret 2024 yang tercatat sebesar Rp 582.932.

Garis kemiskinan digunakan sebagai indikator resmi untuk menentukan apakah seseorang atau kelompok penduduk tergolong miskin.

BPS mendefinisikan garis kemiskinan sebagai batas minimum pengeluaran yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan makanan maupun non-makanan yang layak.

Jika pengeluaran seseorang berada di bawah batas ini, maka ia dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Pengeluaran memang menjadi acuan utama dalam pengelompokan kelas ekonomi masyarakat.

Namun selain pengeluaran, terdapat sejumlah indikator lain yang dapat mencerminkan posisi ekonomi seseorang, terutama dalam mengidentifikasi apakah seseorang berada dalam kelas menengah bawah atau kelas bawah.

Mengutip laporan GoBankingRates, berikut adalah lima indikator utama yang mencerminkan status ekonomi kelas bawah:

1. Jenis Pekerjaan

Pekerjaan menjadi tolok ukur awal dalam klasifikasi ekonomi. Pekerja di sektor kerah biru seperti sopir truk, pelayan restoran, pegawai ritel, hingga petugas kebersihan umumnya berada pada posisi ekonomi bawah.

Posisi kerja yang membutuhkan keahlian rendah atau bersifat sementara dengan upah minim juga memperkuat klasifikasi tersebut.

Sebaliknya, profesi dengan jabatan manajerial atau keahlian khusus seperti IT, akuntan, atau tenaga kesehatan berpotensi menempatkan seseorang dalam kelas menengah, tergantung pada tingkat pendidikan dan pengalaman.

2. Tempat Tinggal

Kemampuan untuk tinggal di hunian yang layak dan aman mencerminkan stabilitas ekonomi. Jika kesulitan mengakses tempat tinggal dengan fasilitas dasar yang memadai, hal ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa seseorang termasuk dalam kelas ekonomi bawah.

3. Tingkat Pendidikan

Pendidikan tinggi menjadi kunci mobilitas ekonomi. Kepemilikan gelar sarjana biasanya menunjukkan afiliasi dengan kelas menengah. Sebaliknya, akses terbatas terhadap pendidikan tinggi akibat kendala biaya merupakan ciri khas dari kelompok ekonomi bawah.

4. Tabungan dan Investasi

Ketersediaan dana darurat, tabungan jangka panjang, atau portofolio investasi menjadi pembeda antara kelas menengah dan bawah.

Ketidakmampuan membangun cadangan keuangan menunjukkan rapuhnya kondisi ekonomi dan sering kali menjadi ciri utama kelompok ekonomi terbawah.

5. Gaya Hidup dan Konsumsi

Kemampuan untuk sesekali menikmati liburan, makan di luar, atau membeli barang konsumsi tanpa tekanan finansial mencerminkan adanya ruang dalam anggaran.

Jika hal-hal tersebut terasa di luar jangkauan karena keterbatasan penghasilan, itu mengindikasikan posisi ekonomi kelas bawah.

Kenaikan garis kemiskinan ini menjadi cerminan meningkatnya kebutuhan hidup minimum masyarakat.

Dalam situasi ekonomi yang semakin menantang, indikator-indikator ini penting untuk memahami struktur sosial ekonomi Indonesia secara lebih holistik.(*/Whd)

Post Views: 471
Tags: Ekonomi IndonesiaGaya hidupKelompok ekonomi kebawahKemiskinanKerjaStruktur SosialTabungan dan investasiTingkat Pendidikan
Share12Send

Related Posts

Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin (30/3/2026).

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 32,1 Persen dan Kemiskinan Menurun

by Redaksi Cuitan Kaltim
31 Maret 2026
0
289

BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna...

Ilustrasi Tabungan

Berapa Tabungan Ideal di Usia 50 Tahun agar Pensiun Nyaman?

by Redaksi Cuitan Kaltim
14 September 2025
0
46

CUITANKALTIM.COM - Menabung sejak dini menjadi langkah penting agar bisa menikmati masa tua tanpa dihantui kecemasan finansial. Namun, pertanyaannya, berapa...

Ilustrasi Asam Lambung (klikdokter)

Genetika Jadi Pemicu Utama Asam Urat, Bukan Lagi Sekadar Pola Makan

by Redaksi Cuitan Kaltim
14 Juli 2025
0
57

JAKARTA - Selama ini, asam urat atau gout kerap dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat, pola makan tinggi purin, atau...

Next Post
Ilustrasi Kasus Bunuh Diri. (Ist)

WHO Catat Negara dengan Tingkat Bunuh Diri Tertinggi di Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    277 shares
    Share 111 Tweet 69
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang