JAKARTA – Persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memasuki babak baru.
Menyusul kemajuan pesat China lewat model AI open source seperti R1 buatan DeepSeek, pemerintah AS dikabarkan tengah menyiapkan peta jalan strategis untuk memperluas dominasi globalnya dalam bidang AI.
Mengutip laporan eksklusif Reuters, Sabtu (26/7/2025), Gedung Putih akan mengumumkan inisiatif besar dalam pekan ini yang mencakup ekspor teknologi AI buatan dalam negeri ke seluruh dunia.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan meminta Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk menindak negara-negara bagian yang menerapkan regulasi AI terlalu ketat dan tidak selaras dengan kebijakan nasional.
Rencana besar ini akan menitikberatkan pada pengembangan model AI open source dan open weight, termasuk melalui skema implementasi menyeluruh (full-stack deployment) dan pembangunan pusat data yang dipimpin langsung oleh Kementerian Perdagangan.
Dalam dokumen resmi yang dikutip, disebutkan bahwa prioritas utama strategi ini adalah mendorong transformasi industri nasional melalui AI serta menciptakan lapangan kerja baru yang berorientasi pada kecerdasan buatan.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari pendekatan AS sebelumnya yang lebih tertutup dalam pengembangan AI, serta memperlihatkan tekad untuk menyaingi model-model terbuka buatan China yang semakin diminati dunia.
Peluncuran peta jalan AI nasional ini juga akan menjadi panggung politik besar bagi Presiden Donald Trump, yang direncanakan menyampaikan pidato utama dalam acara bertajuk “Winning the AI Race.”
Dalam pidatonya, Trump akan menyampaikan ambisinya untuk menjadikan Amerika sebagai “ibu kota AI dunia” dengan memangkas berbagai hambatan regulasi yang dianggap menghambat pertumbuhan dan ekspansi global.
Sejalan dengan pendekatan agresif tersebut, Trump juga mencabut sejumlah kebijakan warisan pemerintahan Joe Biden, termasuk larangan ekspor chip ke China.
Sebaliknya, pemerintahannya kini mendorong kolaborasi global dalam pengembangan dan distribusi teknologi AI termasuk untuk sektor militer dan strategis.
Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang memberikan pengakuan atas kemajuan AI open source dari perusahaan-perusahaan teknologi China.
Huang secara terbuka menyebut bahwa model-model buatan Alibaba, Tencent, Baidu, dan DeepSeek telah mencapai level “berkelas dunia” dan menjadi katalis penting dalam pertumbuhan AI global.(*/Whd)