BONTANG – Anggota Fraksi Partai Golkar, Alfin Rausan Fikry, menyampaikan pandangan fraksinya terhadap pelaksanaan APBD Kota Bontang tahun 2024.
Penyampaian dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kota Bontang, Selasa 10 Juni 2025.
Dalam penyampaiannya, Alfin menyebut realisasi pendapatan daerah tahun 2024 melebihi target.
“PAD melebihi target, tapi kedepnya lebih dimasifkan,” uacapnya.
Target pendapatan daerah sebesar Rp2,78 triliun. Namun realisasi mencapai Rp2,81 triliun. Capaian ini setara 101,33 persen dari target.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami peningkatan. Target PAD sebesar Rp296,30 miliar. Realisasinya mencapai Rp329,65 miliar setara dengan 111,25 persen.
Sumber PAD berasal dari pajak daerah, retribusi, pengelolaan kekayaan daerah, dan sumber sah lainnya.
Sementara itu, pendapatan transfer ditargetkan Rp2,45 triliun.
Realisasi sebesar Rp2,41 triliun atau 98,23 persen.
Untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah, targetnya Rp28,37 miliar.
Realisasi melonjak menjadi Rp75,50 miliar atau 266,13 persen.
Dari sisi belanja, APBD 2024 dialokasikan sebesar Rp3,36 triliun. Realisasi belanja sebesar Rp3,11 triliun atau 92,74 persen.
Belanja terdiri dari tiga komponen utama. Pertama, belanja operasi sebesar Rp2,19 triliun. Realisasi belanja operasi mencapai Rp2,06 triliun atau 93,92 persen.
Kedua, belanja modal sebesar Rp1,05 triliun. Realisasi belanja modal mencapai 90,75 persen.
Ketiga, belanja tak terduga sebesar Rp3,63 miliar. Realisasi belanja tak terduga hanya Rp601,89 juta atau 16,56 persen.
Dalam hal pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah ditargetkan Rp605,26 miliar. Realisasinya mencapai Rp606,51 miliar atau 100,21 persen.
Pembiayaan neto ditargetkan Rp580,26 miliar. Realisasi pembiayaan neto sebesar Rp581,51 miliar atau 100,22 persen.
“Tercatat defisit anggaran sebesar Rp299,36 miliar. Namun ditutup melalui pembiayaan neto,” katanya.
Selain itu, Fraksi Golkar mendukung pembangunan di Kota Bontang.
Termasuk dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. (**/A)