SEMARANG – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa strategi penghapusan kemiskinan harus dilakukan dengan pendekatan baru yang berbasis data dan kolaboratif.
Hal itu disampaikan dalam Rembug Inpres 8/2025 bersama perangkat daerah dan masyarakat di Kecamatan Ngaliyan, Sabtu (21/6/2025).
Menurutnya, Inpres 8/2025 menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026 dan kemiskinan umum di bawah lima persen pada 2029.
Tiga strategi utama diterapkan yakni pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan penghapusan kantong-kantong kemiskinan.
Gus Imin, sapaan akrabnya menekankan pentingnya validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Ia juga mendorong daerah memperluas program padat karya dan mendampingi usaha kecil milik keluarga miskin.
“Jangan dilepas kalau mereka sudah mulai usaha. Harus diarahkan sampai mandiri,” ujarnya dikutip dari pkb.id.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kemitraan Kecamatan Semarang Utara dengan BUMN dan swasta, yang berhasil mendorong UMKM hingga ke pasar ekspor. (***)