KUBAR, CUITANKALTIM.COM – Letak geografis tidak menjadi penghalang bagi SD Tunas Lestari Sungai Kedang dalam meraih prestasi.
Sekolah yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit itu berhasil menghantar lima siswanya ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi Kalimantan Timur 2026.
Kelima siswa tersebut berhasil lolos setelah mengikuti seleksi OSN tingkat kabupaten Kutai Barat yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026 dan diumumkan 27 Juni 2026.
Mereka, yakni Gio Vano Putra Pati Kareba pada cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Andi Nadra Kertaranum dan Fransiskus Brayensaputra Jago pada cabang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), serta Satya Wiranata Harja dan Shauqiyah Ayanna Ahmad pada cabang Matematika.
Kepala SD Tunas Lestari Sungai Kedang, Novia Puspita Arum, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi seluruh warga sekolah dalam membangun budaya belajar dan potensi siswa didik.
“Keberhasilan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang dapat berkembang ketika mendapatkan kesempatan, bimbingan, dan dukungan yang tepat. Kami berharap kelima murid yang akan mewakili sekolah di tingkat provinsi dapat percaya diri, menikmati setiap proses, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Prestasi ini tidak terlepas dari pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh para guru. Dengan memberikan penguatan materi, latihan soal, simulasi kompetensi, hingga pembinaan mental untuk siap menghadapi kompetisi OSN.
Koordinator Sekolah PSM 3 Kalseltim, Nur Hamid, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi SD Tunas Lestari Sungai Kedang membuktikan bahwa sekolah yang berada pada wilayah terpencil memiliki peluang yang sama untuk melahirkan generasi berprestasi.
“Jarak bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Meski berada jauh dari pusat kota dan di tengah kawasan perkebunan sawit, anak-anak mampu menunjukkan kualitas, daya saing, dan semangat juang yang luar biasa,” tuturnya
Keberhasilan lima siswa tersebut menjadi bukti bahwa letak geografis tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. (*/Rilis)

















