BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Warga Kota Bontang di sejumlah wilayah diminta bersiap menghadapi potensi penghentian pasokan listrik sementara pada Minggu (28/6/2026) malam.
Hal itu menyusul adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem kelistrikan.
PLN ULP Bontang Kota menyampaikan, pengaturan operasi kelistrikan terpaksa dilakukan demi menjaga keandalan dan stabilitas sistem agar gangguan tidak meluas.
Manajer PLN ULP Bontang, Robertus Richard Laksana Lamania, mengatakan penghentian sementara dilakukan secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak.
“Gangguan ini terjadi pada komponen PLTGU sehingga memengaruhi pasokan daya sistem. Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, kami melakukan pengaturan operasi secara sementara,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Adapun estimasi penghentian sementara berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak di antaranya Jalan Asmawarman, Jalan Tarakan, Jalan Potingku, Jalan Pendidikan.
Kemudian, Jalan Palembang, Jalan Durian, Jalan Taman Siswa, Jalan Damai, Jalan Simon Tampubolon, Jalan HM Ardans, Kanaan, HOP, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Syahrir, hingga kawasan Berbas dan Berbas Pantai.
Selain itu, sejumlah kawasan permukiman dan jalan utama lainnya juga masuk dalam daftar wilayah terdampak sesuai kondisi sistem kelistrikan saat proses pengaturan berlangsung.
Robertus menegaskan, PLN saat ini terus mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat proses pemulihan gangguan.
“Kami berupaya maksimal agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat sehingga dampak kepada pelanggan bisa diminimalkan,” katanya.
Dia juga menjelaskan bahwa rencana penghentian pasokan listrik ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
“Jadwal, durasi, bahkan potensi pembatalan bisa saja terjadi tergantung kondisi sistem dan ketersediaan daya,” jelasnya.
PLN pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Robertus berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut sembari menunggu proses pemulihan selesai.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terima kasih atas pengertian seluruh pelanggan,” tutupnya. (*/Arya)
















