BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Bontang turut berdampak pada pelaku usaha.
Salah seorang warga mengaku mengalami kerugian karena usahanya terganggu akibat listrik yang padam selama dua hari terakhir.
Hal tersebut disampaikan melalui kolom komentar di media sosial. Pemilik usaha salon itu mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa menolak pelanggan karena tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal saat listrik padam.
“Saya yg ada usaha salon, jadi menolak pelanggan 3-6 orang, sudah 2 hari ini. Sangat-sangat merugikan PLN ini,” tulis akun bernama Apniken Harina Admaja.
Menurut pengakuannya, selama dua hari terakhir ia harus menolak sekitar tiga hingga enam pelanggan setiap harinya. Kondisi tersebut dinilai merugikan karena berpotensi mengurangi pendapatan usaha.
Keluhan tersebut menjadi salah satu dari sejumlah respons warga yang terdampak pemadaman listrik bergilir di Bontang.

Warga berharap pasokan listrik dapat kembali normal agar aktivitas masyarakat dan pelaku usaha tidak terus terganggu.
Diketahui, PLN mengumumkan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah wilayah Kota Bontang, Selasa (30/6/2026).
Pemadaman dilakukan akibat gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
Sejumlah kawasan yang terdampak tersebar di berbagai titik Kota Bontang.
Di antaranya Jalan Brigjen Katamso, Jalan S Parman, Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Jalan AP Mangkunegoro, Jalan WR Soepratman, Jalan Veteran, Jalan Sultan Hasanuddin.
Kemudian, Jalan Teuku Umar, Jalan Sultan Agung, Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono, Jalan Patimura, Jalan Kalimantan, Jalan Sulawesi, Jalan Flores, Jalan Maluku, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Letjen Urip Sumoharjo, serta puluhan ruas jalan lainnya.
Wilayah Berbas, Berbas Pantai, Bontang Kuala, Pagung, Masdarling, Perumahan Pama, Perumahan Korpri, hingga kawasan Lapas juga masuk dalam daftar terdampak. (*/Niwil)

















