BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2024–2025 yang di publish oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) sejak 4 mei 2026 lalu, sempat menjadi sorotan publik. Mengingat isu tersebut, terdapat dua perusahaan yang masuk proper merah.
Dari kedua perusahaan itu sama-sama bergerak di bidang kimia, yakni JO Dahana- PT. Black Bear Resources, dan PT. Kaltim Nitrat Indonesia.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pemerintah kota Bontang terus melakukan pendampingan dan pengawasan guna memastikan setiap perusahaan yang beroperasi pada wilayah berkomitmen terhadap lingkungan.
“Karena semua perusahaan harus berkomitmen terhadap lingkungan dan sebagai pemerintah kita juga hadir untuk melakukan pengawasan, dan pendampingan, apalgi kota Bontang ini dikelilingi perusahaan,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menegaskan, keberadaan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diiringi dengan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.
Menurut Neni, pembangunan dan investasi memang penting, namun keduanya harus berjalan seiring dengan pemberian manfaat ekonomi bagi masyarakat serta komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Tidak hanya sekedar membangun atau ada Investasi tetapi juga memberi manfaat ekonomi daerah, dan lingkungan juga harus menjadi komitmen perusahaan,” terangnya.
Selain itu, Ia Seluruh perusahaan yang ada di Kota Bontang untuk terlibat dalam pemrosesan sampah.
“Bagaimana nanti itu setiap perusahaan itu membantu pemerintah dalam pemrosesan sampah,” katanya.
Ia mengingatkan, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kota Bontang diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua tahun lagi.
Sehingga pemerintah membutuhkan dukungan dalam pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta bank-bank sampah di tiap kelurahan dan RT sebagai bagian pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Usia TPA kita, usianya tinggal dua setengah tahun lagi. Oleh arena itu, pembangunan TPST dan pengembangan bank-bank sampah nantinya juga diharapkan mendapat dukungan dari perusahaan,” pungkasnya. (*/Nwl)

















