BONTONG – Paslon Sutomo -Nasrullah menguraikan sejumlah problematika yang ada di Bontang pada rentang waktu 10 tahun terakhir.
Hal ini diungkapkan Sutomo saat menyampaikan visi dan misi pada debat perdana yang berlangsung di Grand Mutiara, Minggu (10/11/2024).
Diawali penyampaian visi dan misi, Sutomo menjelaskan Bontang mempunyai potensi yang luar biasa. Secara wilayah Bontang mempunyai industri skala nasional yang tidak hanya menjadi penopang utama perekonomian.
Tapi sekaligus memungkinkan tranformasi teknologi untuk mengatasi problematika kedepannya. APBD yang sangat besar sebagai konsekuensi wilayah pengelola, sehingga APBD bisa mencapai 3,3 Triliun untuk mengurus dan menyelesaikan persoalan tiga kecamatan di Bontang.
“Dari segala potensi yang ada, ternyata belum mampu menjawab persoalan subtansi yang dihadapi masyarakat,” kata Sutomo dalam paparan visinya.
Persoalan masalah itu kata dia, pertama angka kemiskinan, kedua penganguran, ketiga persoalan kesehatan, dan ke-empat persoalan ekonomi.
Di mana data kemiskinan menunjukkan bahwa 10 tahun terakhir membangun di Bontang tidak lebih dari 1 persen di tekan, angka tahun 2014 menunjukkan angka kemiskinan 5,10 persen, akhir 2023 angka kemiskinan masih berkisar di 4,11 persen, artinya 0,99 persen yang di capai selama 10 tahun membangun.
“Kalau di pertahankan maka 10 tahun kedepannya masyarakat kita belum punya harapan untuk keluar dari belenggu kemiskinan. Belum berbicara masalah lainnya seperti stunting,” ucapnya.
Untuk itu lanjut dia, menjawab semua problematika yang ada, dirinya bersama Nasrullah menawarkan visi yakni mewujudkan kota Bontang sebagai kawasan ekonomi berbasis industri.
Industri yang di maksud kata dia adalah industri dalam arti luas, industri Jasa, manufaktur, transportasi, pariwisata dan industri lainnya. Kemudian industri kecil, industri menengah dan industri besar.
“Visi misi ini selaras dengan RPJPD Bontang jangka panjang dan nasional. Oleh karenanya itu. Kenapa kami mengangkat sektor industri kami inginkan masyarakat Bontang berwawasan industri. Sebagai alat untuk mengentaskan kemiskinan dan mengangkat perekonomian Bontang dan ini sesuai dengan RTRW,” pungkasnya.