ACEH – Banjir dan longsor akibat hujan deras yang melanda beberapa daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selama beberapa hari terakhir menelan sedikitnya 174 korban meninggal. Puluhan lainnya dilaporkan hilang hingga Jumat (28/11).
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyebutkan, 79 orang masih hilang dan 12 orang mengalami luka-luka.
“Evakuasi dan bantuan terkendala jalan dan jembatan yang putus. Kami kerahkan semua upaya agar korban segera tertangani,” jelas Suharyanto dikutip dari www.bbc.com
Kerusakan Infrastruktur Parah
Di Sumatera Utara, beberapa jalur nasional terputus, antara lain Sidempuan,.Sibolga dan Sipirok, Medan.
Di Mandailing Natal, ruas jalan seperti Singkuang, Tabuyung dan Bulu Soma, Sopotinjak rusak akibat banjir dan longsor. Alat berat dikerahkan untuk membuka akses.
Di Sumatera Barat, lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Longsor menutup jalur nasional Bukittinggi, Padang dan beberapa jalur provinsi di Kabupaten Agam.
Sekitar 200 kendaraan terjebak di Kecamatan Ampek Koto akibat terputusnya jalan.
Di Aceh, akses transportasi darat terhambat parah. Jalur nasional perbatasan Sumut-Aceh tertutup longsor, sementara kerusakan jembatan di Meureudu menghentikan konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang.
Beberapa kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah tidak bisa diakses lewat darat.
“Jalur udara menjadi alternatif. Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah digunakan untuk bantuan dan evakuasi,” ujar Suharyanto.
Diketahui, Tim SAR, TNI, dan BNPB terus bekerja di lapangan. Bantuan logistik dan obat-obatan mulai disalurkan ke wilayah terisolasi. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. (***)















