BONTANG – Kongres BEM Se-Kalimantan yang akan diselenggarakan di Universitas Mulia Balikpapan pada 18–21 Juni 2025 mengusung tema besar: “Reaktualisasi Karakter Mahasiswa Kalimantan dalam Dinamika Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema ini seharusnya menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa Kalimantan untuk menjadikan kongres ini lebih dari sekadar pertemuan seremonial atau ajang euforia belaka.
Kongres ini adalah momentum strategis. Ia harus dimaknai sebagai laboratorium ilmu, sebuah ruang untuk merumuskan gagasan-gagasan brilian yang konstruktif serta memperkuat kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam isu-isu strategis, baik yang berskala regional maupun nasional.
Mahasiswa memiliki peran ganda, sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. Sebagai mitra strategis, mahasiswa dapat bekerja sama dengan berbagai pemangku kebijakan dalam merancang pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara sebagai mitra kritis, mahasiswa wajib mengawasi dan mengingatkan ketika kebijakan keluar dari rel keadilan dan keberpihakan terhadap rakyat. Dua peran ini harus berjalan seimbang, agar mahasiswa tidak terjebak dalam kubu pragmatis maupun retoris.
Forum Kongres BEM Se-Kalimantan juga merupakan wadah membangun jejaring dan kolaborasi lintas kampus se-Kalimantan. Di sinilah kekuatan advokasi mahasiswa bisa disatukan untuk memperjuangkan isu-isu krusial seperti krisis lingkungan, ketimpangan pembangunan antarwilayah, hilirisasi SDA, serta hak-hak masyarakat adat dan lokal.
Selain itu, kongres ini juga menjadi tempat tumbuhnya kepemimpinan baru yang lahir dari pengalaman langsung dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi sebuah forum besar.
Kepanitiaan bukan sekadar menjadi Event Organizer, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran yang substantif.
Diskusi yang sehat, argumentasi yang kuat, serta keputusan kolektif yang lahir dari dialektika yang mendalam akan melahirkan arah perjuangan yang jelas dan terukur.
Dengan demikian, kongres ini tidak hanya berhenti di forum, tetapi menjadi awal dari kerja nyata dalam membangun Kalimantan yang lebih adil, berdaulat, dan berkemajuan.
Kita tidak butuh kongres yang hanya ramai di foto, penuh sorak sorai, tapi kosong dalam substansi. Yang kita butuhkan adalah forum yang menyatukan ide dan tindakan, dari mahasiswa untuk Kalimantan, dari Kalimantan untuk Indonesia. Berawal dari adu gagasan, berakhir pada perubahan dan peradaban. (***)
Penulis: Arif Maldini (Pengurus Forum Komunikasi BEM Se-Kota Bontang)