BONTANG – JMSI Bontang merayakan HUT ke-6 yang dirangkai dengan HPN 2026, Minggu (8/2/2026).
Acara digelar di ruang rapat Dispopar Ekraf Bontang, dengan sederhana tapi penuh makna.
Perayaan ditandai potong tumpeng oleh Ketua JMSI Bontang, Ariston Rajab.
Potongan pertama diserahkan ke Kepala Dispopar Ekraf, Eko Mashudi.
Kemudian, pengurus dan anggota ikut merayakan momen kebersamaan terdebut.
Tema yang diangkat sama dengan HPN 2026: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”
Ariston bilang, di usia ke-6 ini JMSI masih punya PR besar. Media makin banyak, persaingan makin ketat.
‘Perusahaan pers terus tumbuh. Kita perlu langkah baru supaya semua bisa maju bareng,” ujarnya.
Menurutnya, JMSI bukan sekadar wadah kumpul. Tapi tempat perusahaan pers saling kuatkan diri agar tetap hidup di tengah perubahan dunia media.
“Tantangan ke depan tidak ringan. JMSI harus jadi ruang berbenah supaya media di Bontang tetap eksis,” tegasnya.
Dukungan datang dari Kepala Dispopar Ekraf, Eko Mashudi menilai peran media penting untuk pembangunan daerah.
“Pemkot dan pers harus jalan seiring. Pemberitaan yang membangun itu kunci,” katanya.
Dia juga menyoroti potensi wisata Bontang yang masih luas untuk dikembangkan. Media diharapkan ikut dorong promosi daerah.
“Pariwisata bisa maju kalau pemerintah dan media kompak,” tambahnya.
Usai seremoni, JMSI lanjut rapat kerja internal. Fokus bahas program 2026.
Sekretaris JMSI Bontang, Sudirman Saddu, menyebut beberapa agenda prioritas sudah disiapkan.
“Kita targetkan ada kantor sekretariat, program Ramadhan, dan pendataan anggota baru,” jelasnya.
Ia berharap seluruh anggota tetap solid. JMSI saat ini menaungi banyak perusahaan pers dengan tujuan sama: tumbuh dan bertahan.
“Jaga marwah organisasi. Saling dukung itu penting,” tutupnya. (*/Ayb)
















