BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 102 kasus sejak Januari hingga Juni 2025.
Data tersebut mencakup laporan dari tiga kecamatan yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memicu bertambahnya jumlah kasus.
Dia mengimbau masyarakat untuk waspada dan konsisten menjalankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus.
“Perlu kewaspadaan karena meningkatnya curah hujan. Potensi perindukan nyamuk akan lebih banyak. Karenanya, perlu konsistensi pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus,” katanya, Selasa 15 Juli 2025.
Metode 3M Plus meliputi Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat-tempat penyimpanan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
“Kami harap warga tetap menjaga lingkungan dan menerapkan 3M Plus secara rutin,” tambahnya.
Sebaran Kasus di Tiga Kecamatan
Kecamatan Bontang Selatan: 43 Kasus
Bontang Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Rinciannya sebagai berikut:
Tanjung Laut: Februari (5), Mei (1), Juni (1) – total 7 kasus.
Tanjung Laut Indah: Februari (1), Maret (1), Mei (3), Juni (1) – total 6 kasus.
Berbas Tengah: Februari (3), Maret (1), April (2), Mei (1), Juni (3) – total 10 kasus.
Berbas Pantai: Februari (3), Maret (2), Mei (5), Juni (4) – total 14 kasus.
Santan Timpo: Februari (2) – total 2 kasus.
Bontang Lestari: Februari (1), Maret (1), Juni (2) – total 4 kasus.
Kecamatan Bontang Barat: 14 Kasus
Penyebaran kasus di Bontang Barat tergolong lebih rendah namun tetap memerlukan perhatian. Rinciannya:
Kelurahan Belimbing: Januari (1), April (1) – total 2 kasus.
Gunung Telihan: Januari (6), Februari (1), April (2), Mei (1) – total 10 kasus.
Kanaan: Februari (1), April (1) – total 2 kasus.
Kecamatan Bontang Utara: 45 Kasus
Meski data di Bontang Utara mencakup hingga Juli, wilayah ini juga menunjukkan angka yang signifikan:
Bontang Kuala: Januari (1), Maret (1), Mei (5) – total 7 kasus.
Bontang Baru: Januari (2), Maret (2), April (1), Mei (3) – total 8 kasus.
Api-Api: Januari (4), Maret (1), April (3), Mei (4) – total 12 kasus.
Gunung Elai: Januari (1), Februari (2), April (1) – total 4 kasus.
Loktuan: Januari (1), Februari (3), Maret (3), April (2), Mei (3), Juni (2) – total 14 kasus. (*/Ayb)