SAMARINDA – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon FISIP Universitas Mulawarman, Ali Sya’ban M, memberikan ultimatum keras kepada Pertamina Patra Niaga Kalimantan atas lambannya realisasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada 9 April 2025 lalu.
Janji Pertamina Belum Direalisasikan
Dalam RDP tersebut, Pertamina berjanji akan menyediakan layanan bengkel gratis di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur bagi masyarakat yang kendaraannya mengalami kerusakan akibat penggunaan BBM dari SPBU resmi Pertamina.
Namun hingga hari ini, janji itu belum menunjukkan tanda-tanda akan direalisasikan.
PMII Ancaman Aksi Jilid II
“Jangan cuma pandai duduk di ruang rapat dan obral janji manis. Kalau Pertamina tidak segera bergerak, kami pastikan akan kembali turun dengan massa yang lebih besar!” tegas Ali Sya’ban, Selasa 15 April 2025.
Sebelumnya, PC PMII Samarinda telah menggelar aksi unjuk rasa pada 8 April 2025 di depan Kantor Pertamina TBBM Samarinda.
Tanggung Jawab dan Keberpihakan
Ali menyatakan bahwa PMII akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Menurutnya, ini bukan hanya soal teknis pelayanan, tapi soal tanggung jawab dan keberpihakan terhadap rakyat.
“Rakyat sudah dirugikan, jangan tambah dengan membungkam aspirasi. Pertamina harus ingat, mahasiswa bukan musuh, tapi jangan pernah anggap kami bisa diam saat rakyat dikhianati,” tutupnya dengan nada tegas. (***)