BONTANG – Komisi C DPRD Bontang melakukan sidak ke ruangan pusat data di eks Gedung Kantor Wali Kota Bontang, Senin 21 Juli 2025.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib mengatakan agenda sidak tersebut untuk memastikan kondisi server yang terkena air.
Usai sebelumnya pihaknya mendapat info terkait ruang pusat data yang dirembesi air pada Rabu 16 Juli 2025.
“Ada server yang terkena air, infonya atap ruangan itu ada kejatuhan barang, menara. Berarti di sini tidak ada pengawas untuk segala aset di sini,” kata Muhammad Sahib usai sidak tersebut.
Menurutnya, seharusnya ada pihak yang mengawasi aset. “Jadi bisa diantisipasi, bisa dilihat itu menara mau jatuh,” tambahnya.
Ia menilai dan memberikan catatan bahwa pihak-pihak yang bertanggungjawab pada aset penting daerah itu minim tanggungjawab.
“Ini bukan kesalahan teknis, ini kecerobohan semua orang bertanggungjawab. Kominfo juga bertahun-tahun di sini tidak juga dilihat ada potensi jatuh padahal bertahun-tahun dia di sini” geramnya.
Sementara itu, pusat data kata dia merupakan aset daerah yang harus dilindungi, bahkan merupakan jantung Kota Bontang.
“Kita melakukan kegiatan di segala lini tidak lagi manual tapi pakai sistem, nah kontrolnya ada di sini, tapi ini yang bisa dibilang rusak ini kontrolnya. Bisa lumpuh Bontang,” tambahnya.
“Server ini jantung data Kota Bontang. Nilainya Rp 5,5 miliar, tapi dibiarkan seperti itu. Sekarang bocor, air netes langsung ke alat. Mau bilang ini salah teknis? Enggak masuk akal,” tutupnya.
Sementara itu, pihak Persandian Dinas Kominfo Bontang mengatakan insiden itu dibarengi dengan dengan hujan yang tidak lebat, namun air berhasil merembes masuk ke ruangan pusat data.
Kepala Dinas Kominfo Bontang Anwar Sadat, mengatakan atas insiden ini, terdapat 1 lemari yang diamankan dan terdiri dari 6 server.
“Kita belum bisa pastikan rusak atau bagaimana, masih dicek kondisinya, karena kan dia kena air,” ungkap Anwar ditemui di ruangannya usai disidak Komisi C DPRD Botang, Senin 21 Juli 2025. (*/Ayb)