BONTANG – Ratusan warga RT 29, 30, dan 31 Kelurahan Loktuan memadati kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Bontang, Siti Yarah, Kamis malam (24/4).
Forum tatap muka tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyuarakan tiga isu utama: pemerataan jaringan gas rumah tangga (jargas), kesempatan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa lokal, serta kebutuhan sekolah baru di kawasan padat penduduk itu.
Pemerataan Jargas Masih Jadi PR
Ketua RT 29, Ilham, menyoroti ketimpangan distribusi jargas di Bontang. Menurutnya, banyak rumah tangga belum terjangkau sambungan gas meski program telah berjalan beberapa tahun.
“Kami berharap pendistribusian jargas lebih merata. Mohon Ibu Dewan membantu mencari solusinya,” kata Ilham.

Permintaan serupa disampaikan Ketua RT 31, Asdar, yang menekankan pentingnya penambahan sambungan agar seluruh warga Loktuan memperoleh akses energi bersih dan terjangkau.
Mahasiswa Lokal Sulit Dapat PKL
Deni, warga RT 31, mengeluhkan minimnya kuota PKL untuk mahasiswa Loktuan di perusahaan sekitar. Proposal yang diajukan kerap ditolak tanpa penjelasan jelas.
“Kami mohon DPRD menjembatani agar perusahaan memprioritaskan mahasiswa Bontang, khususnya Loktuan,” ujarnya, seraya menambahkan perlunya perhatian bagi pekerja yang memasuki masa purna tugas.

Kebutuhan Sekolah Baru Mendesak
Tahir, perwakilan warga lain, meminta pemerintah mempercepat pembangunan sekolah baik negeri maupun swasta untuk menampung lonjakan jumlah siswa di Loktuan.
“Penduduk semakin padat, ruang belajar terbatas,”tegasnya.
Respons dan Komitmen DPRD
Menanggapi aspirasi tersebut, Siti Yarah menyatakan dirinya akan mengusulkan penambahan sambungan ke Pemkot Bontang, sembari meminta operator Jargas lebih aktif melakukan pemeliharaan.
Kemudian, dirinya juga bakal berkoordinasi dengan perusahaan agar memberikan prioritas PKL bagi mahasiswa lokal dan menyiapkan program transisi bagi pekerja purna tugas.
Polistisi PKB juga berkomitmen memperjuangkan pendirian sekolah baru melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.
“Semua masukan malam ini sudah saya catat dan akan kami bahas di rapat dewan. Soal pembagunan sekolah nanti saya komunikasi dengan dinas pendidikan provinsi,” tegasnya.
Acara reses diakhiri dengan dialog santai, menegaskan pentingnya sinergi legislatif dan warga demi kemajuan Loktuan serta Kota Bontang. (**/A)