KUTIM – Komunitas suporter Persib Bandung, Viking Borneo Sangatta, menandai perjalanan 10 tahun keberadaannya dengan sebuah perayaan yang dikemas meriah di Teras Belad, Sangatta Selatan, Sabtu (29/11/2025).
Acara ini menjadi ajang konsolidasi besar bagi para bobotoh yang selama satu dekade ikut mewarnai dinamika sepak bola di Kutai Timur.
Dalam peringatan kali ini, Viking Borneo Sangatta tidak hanya menonjolkan sisi kebersamaan antaranggota, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai komunitas yang ingin tampil lebih positif di ruang publik.
Ratusan anggota serta perwakilan Viking dari berbagai wilayah Kalimantan hadir memadati lokasi acara.
Wakil Ketua Umum Viking Persib Club, Dadan Gareng, menilai kiprah Viking Borneo Sangatta selama 10 tahun menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga tradisi suporter yang solid.
Dia mendorong agar semangat tersebut diteruskan dalam bentuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Semoga Viking Borneo Sangatta semakin kompak dan tetap aktif, bukan hanya soal mendukung Persib, tapi juga kegiatan sosial,” ujarnya.
Dadan menekankan bahwa komunitas suporter hari ini memiliki peran yang lebih luas.
Tidak cukup hanya hadir di tribune, tetapi juga menjaga citra sepak bola dan menjadi perekat antarpendukung di daerah.
“Yang penting tetap menjaga sportivitas dan ikut menciptakan suasana sepak bola Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Koordinator Wilayah Viking Kalimantan, Hendra Wiguna, juga menyoroti perkembangan Viking di berbagai daerah di Kalimantan.
Menurutnya, pertumbuhan komunitas ini menunjukan bahwa suporter mampu memiliki kontribusi nyata di luar stadion.
“Kita tidak hanya kumpul kalau ada pertandingan. Ada kegiatan sosial juga yang kita jalankan sebagai bentuk solidaritas,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Viking Borneo Sangatta, Arif Hendrawan, menyebut perjalanan 10 tahun ini penuh proses pembelajaran.
Ia menilai kekompakan anggota menjadi kunci komunitas ini tetap bertahan.
“Persib selalu di hati, tapi di Kutai Timur kita hidup berdampingan dengan banyak fans club lain. Saling menghormati itu yang utama,” ucapnya.
Arif menambahkan, komunitasnya berupaya terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk bantuan kemanusiaan dan dukungan bagi pembinaan sepak bola usia muda.
Dirinya berharap Viking Borneo Sangatta memasuki dekade berikutnya dengan semakin matang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Fans club bukan sekadar identitas suporter, melainkan wadah kebersamaan dan gerakan sosial yang dapat membangun citra positif di daerah,” tutupnya. (*/Ainun)


















