JAKARTA – Ancaman penyakit leptospirosis kembali mencuat, terutama di wilayah padat penduduk dan kawasan rawan banjir.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini ditularkan melalui air atau lingkungan yang terkontaminasi urine tikus, dan dapat menginfeksi manusia yang bersentuhan langsung dengan genangan atau air banjir.
RSUD Mampang Prapatan dalam unggahan resminya mengingatkan bahwa gejala leptospirosis dapat muncul dalam waktu 2 hingga 30 hari setelah paparan, dengan rata-rata gejala mulai dirasakan pada hari ke-7 hingga ke-10.
Beberapa gejala yang harus diwaspadai antara lain demam mendadak, sakit kepala, mata merah, mual, muntah, nyeri otot (terutama di betis), diare, dan ruam kulit.
Pada kasus berat, penyakit ini dapat memicu gagal ginjal, penyakit kuning, hingga kematian bila tidak segera ditangani secara medis.
“Jika mengalami gejala seperti itu setelah kontak dengan air yang diduga terkontaminasi, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tulis RSUD Mampang Prapatan melalui Instagram, Senin 14 Juli 2025.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan sanitasi buruk atau kerap dilanda banjir.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan area rumah, mencuci tangan dengan sabun, membersihkan rumah secara rutin, dan menghindari tumpukan sampah atau makanan yang berpotensi mengundang tikus.
Kekhawatiran semakin besar setelah Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat lonjakan kasus leptospirosis di tahun 2025.
Hingga 8 Juli, tercatat 19 kasus dengan enam korban meninggal dunia. Angka kematian mencapai 31 persen, melonjak dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 10 kasus dengan dua kematian.
“Yang cukup memprihatinkan, kematiannya cukup tinggi,” ujar Lana Unwanah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, dikutip dari CNN Indonesia.
Peningkatan kasus ini menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki sanitasi lingkungan, serta memperkuat edukasi kesehatan masyarakat. Leptospirosis bukan sekadar penyakit musiman, tapi ancaman nyata di balik genangan air yang tampak biasa.(*/wahdi)