Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Hilangnya Ruh Mahasiswa di Tengah Keakraban dengan AI

Hilangnya Ruh Mahasiswa di Tengah Keakraban dengan AI

by Redaksi Cuitan Kaltim
13 Desember 2025
in Opini, Umum
0
Penulis: Eva Nurazizah (Ketua Kopri PMII Komisariat STAI Sangatta)

Penulis: Eva Nurazizah (Ketua Kopri PMII Komisariat STAI Sangatta)

Share on Facebook

OPINI – Gelar maha yang diberikan kepada siswa yang telah sukses menyelesaikan 12 tahun masa pendidikannya di sekolah dan memperoleh kesempatan untuk mengasah dirinya lagi di perguruan tinggi, bukanlah diberikan tanpa alasan.

Mahasiswa dikenalkan oleh Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diperkuat dengan tuntutan bahwa dalam level ini, mahasiswa adalah agen perubahan.

Mahasiswa harus vokal menyuarakan pendapatnya, mahasiswa harus cermat menganalisis data yang disajikan kepadanya, mahasiswa harus adaptif terhadap situasi dunia dan Indonesianya, atau semua “Mahasiswa harus bisa” lainnya.

‎Semua mahasiswa memiliki tuntutan “mahasiswa harus bisa” itu. Tak kurang pula mahasiswa STAI Sangatta.

Bagaimanapun juga, STAI Sangatta sebagai lembaga pendidikan tinggi, ikut menjunjung Tri Dharma Perguruan tinggi itu.

Sekolah Tinggi yang berfokus pada ilmu humaniora dengan jurusan Tarbiyah dan Syariah itu, memiliki tuntutan khusus yang unik dalam sistem pembelajarannya.

Sebagai jurusan yang banyak berhubungan dengan kehidupan sosial manusia, intisari dalam pembelajaran mahasiswa STAI Sangatta tak luput dari latihan debat yang muncul dari banyak presentasi dan diskusi.

‎Akan tetapi, permasalahan terjadi di dalam penguasaan ini seiring dengan keterbukaan tak terkendali oleh mahasiswa terhadap pemanfaatan AI (Artificial intelligence).

‎Penggunaan AI memang menjadi sangat populer tahun-tahun belakangan. Terobosan AI boom yang hadir sejak tahun 1980-an menjadi mudah terjangkau khalayak luas pada tahun 2020 ketika OpenAI meluncurkan model pemrosesan bahasa tercanggih saat itu, GPT-3.

Model ini diterima dengan mudah mengingat kemampuannya membuat bahasa teks yang mirip dengan manusia.

Sejak saat itu, penggunaan AI menjadi tak terelakkan, terutama dengan adanya pembaruan dan peningkatan dari model sejenis.

Saat ini, AI menjadi terlalu dekat. Terlalu dekat sampai mencekik. Terlalu rapat dan ramah kepada mahasiswa yang belum siap secara prinsip dan kepercayaan diri.

Ai begitu mudah digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah, menggantikan para pemikirnya yang sudah jarang diasah oleh buku-buku bermanfaat. Ai telah memanjakan mahasiswa dan melumpuhkannya.

Hal ini tercermin dari malasnya mahasiswa mengusahakan karya tulis dan penelitiannya dalam bentuk pemikiran sendiri.

Mahasiswa lebih suka bercinta dengan AI dan menghasilkan anak berupa jurnal dan karya tulis berbahasa AI yang secara tak langsung, menodai Tri Dharma Perguruan tinggi poin penelitian yang bermanfaat.

Apakah menjadi bermanfaat ketika bahkan mahasiswa yang membuatnya sendiri tidak mengerti intisari dari karyanya sendiri?

‎Lebih menakjubkannya lagi, penulis merasakan keruntuhan “maha” dalam mahasiswa pada proses pembelajaran di dalam kelas.

Diskusi yang seharusnya berjalan mengalir dan memantik perdebatan yang melatih critical thinking dan proses komunikasi secara keseluruhan, ternodai oleh oknum mahasiswa yang tak punya pendirian bahwa kepalanya memiliki otak yang bisa diasah dan diandalkan.

‎Sungguh terhina diskusi pagi itu ketika pemateri yang sudahlah mendapatkan materinya dari AI, memperoleh pertanyaan AI pula dari penanya.

Diskusi kotor yang merusak artistik humaniora itu berlangsung dalam bahasa pemrograman. Bertumbuh dalam kata-kata kaku yang akurat namun tak bernyawa.

Selesai memberikan jawaban, tak akan ada umpan balik dari sang penanya, karena jawaban akurat itu tak pernah merasuk bagian otaknya yang ingin tahu.

Hanya memenuhi kepuasan bahwa dosen akan mengapresiasi penanya dengan nilai lebih. Pemateri dan penerima materi mendapatkan ilmu dan informasi kosong. Tak lebih.

Hanya gembira karena moderator akan segera menutup presentasi dan mereka akan segera pulang untuk lanjut melakukan aktivitasnya masing-masing.

‎Hal joroknya lagi, ketika seorang penanya bertanya dengan pertanyaan yang merupakan buah dari pemikirannya sendiri, dijawab dengan jawaban robotik hasil dari ketikan kilatnya pada sebujur model pemrosesan bahasa.

Tindakan yang mematikan. Karena jawaban kaku itu akan mematahkan suasana dialog yang ingin dibentuk. Tak ada diskusi, tak ada debat, tak ada dialog argumentatif.

Hanya selembar absensi yang memperkuat hanya segaris saja fakta, bahwa manusia-manusia yang hadir di ruangan itu adalah seorang mahasiswa.

‎Mau sampai kapan hal ini akan terus berlanjut? 

‎Ai seharusnya bekerja sebagaimana mesin lain bekerja. Untuk meringankan beban pekerjaan manusia.

Tiada hak dan tempat bagi AI untuk mengambil alih bagian kreatif dari manusia. Tiada boleh diberikan izin bagi AI untuk menggantikan proses berpikir kritis dari manusia itu sendiri. (***)

Penulis: Eva Nurazizah (Ketua Kopri PMII Komisariat STAI Sangatta)

Post Views: 1,383
Tags: AIKopri PMII SangattaMahasiswaOpiniPMII Kutim
Share33Send

Related Posts

Penulis: Sri Rahma Yuni (Sekretaris Kohati Cabang Mamuju Tengah)

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Arsal-Askary di Mamuju Tengah: Antara Janji dan Realitas

by Redaksi Cuitan Kaltim
21 Februari 2026
0
123

OPINI - Satu tahun kepemimpinan adalah momentum penting untuk melakukan evaluasi yang jernih dan objektif. Waktu yang cukup untuk membaca...

Ketua DPC GMNI Kutim, Dimas Irawan (Istimewa)

Aktivis Kutim Kecam Tindak Kekerasan Oknum Aparat, Soroti Rentetan Kasus Setahun Terakhir

by Redaksi Cuitan Kaltim
21 Februari 2026
0
112

KUTIM - Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutai Timur (Kutim), Dimas Irawan, dan Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam...

Kontak suara pelaksanaan Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Syariah yang digelar pada Kamis (17/12/2025).

Dugaan Pelanggaran Pemira, Banwasra Temukan Puluhan Surat Suara Tercoblos di Fakultas Syariah UINSI Samarinda

by Redaksi Cuitan Kaltim
18 Desember 2025
0
419

SAMARINDA - Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya (Banwasra) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menemukan...

Next Post
Pelaku pencurian di kafe diamankan Polres Bontang

Curi HP di Kafe, Pria di Bontang Dibekuk Polisi Hari yang Sama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang