BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Kontestasi pemilihan Ketua Umum BPC HIPMI Bontang semakin menarik.
Direktur Utama PT Kaharla Prima Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, resmi mengembalikan formulir pendaftaran, menandai keseriusannya untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum BPC HIPMI Bontang periode mendatang.
Dengan penuh keyakinan, Yusril tancap gas memasuki tahapan pencalonan. Pengembalian formulir itu menjadi bukti bahwa dirinya tidak sekadar hadir sebagai peserta kontestasi.
Dia membawa visi besar untuk memperkuat peran HIPMI dalam mendorong lahirnya pengusaha muda yang tangguh dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Saya tidak maju untuk sekadar menjadi Ketua HIPMI. Saya maju untuk bertarung membawa perubahan. Sudah saatnya pengusaha muda berhenti menjadi penonton dan menjadi pemain utama dalam membangun ekonomi Bontang. Kalau kita ingin daerah ini mandiri secara fiskal, maka pengusaha lokal harus menjadi tuan rumah di kotanya sendiri,” tegas Yusril Selasa (30/6/2026).
Mengusung tema “Kemandirian Fiskal, Pengusaha Kuat, Bontang Hebat,” Yusril menilai sudah saatnya HIPMI tampil lebih progresif sebagai organisasi yang melahirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan membuka peluang usaha bagi generasi muda.
Ia juga menggaungkan semangat “Saatnya Pengusaha Muda Bersatu, Berkarya, Bontang Berdaya!” sebagai ajakan kepada seluruh kader untuk menjadikan HIPMI sebagai rumah besar yang mampu membangun kemandirian ekonomi Bontang.
Menurutnya, visi tersebut diwujudkan dengan menjadikan HIPMI sebagai wadah utama pengusaha muda Bontang yang solid, inovatif, dan berdaya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Untuk merealisasikan visi itu, Yusril membawa lima misi utama, yakni memperkuat solidaritas dan sinergi antar pengusaha muda, mendorong inovasi dan pengembangan usaha yang berdaya saing.
Kemudian, membuka akses peluang usaha, pendanaan, dan pasar yang lebih luas, menjadikan HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam pembangunan ekonomi Bontang.
Terakhir, mendorong penerapan bisnis berkelanjutan yang berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.
“HIPMI tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. HIPMI harus menjadi mesin pencetak pengusaha baru, pusat kolaborasi, dan ruang perjuangan bagi anak-anak muda yang berani mengambil risiko, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Yusril menegaskan bahwa Bontang memiliki potensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional. Karena itu, ia ingin HIPMI menjadi organisasi yang aktif mendampingi anggotanya dalam mengembangkan usaha, memperluas jejaring bisnis, hingga membuka akses investasi.
Ia juga mengusung tiga nilai utama kepemimpinannya, yakni “Bersatu Kita Kuat, Berkarya Kita Maju, dan Berdaya Kita Tumbuh.” Menurutnya, persatuan, inovasi, dan keberanian mengambil peluang merupakan modal utama dalam membangun kekuatan ekonomi daerah.
Menutup penyampaiannya, Yusril kembali menegaskan bahwa pencalonannya merupakan bentuk pengabdian untuk organisasi dan daerah.
“Saya datang bukan mencari jabatan, hanya membawa gagasan dan siap memperjuangkannya. Jika kader HIPMI menginginkan organisasi yang lebih progresif, lebih berani, dan benar-benar menjadi rumah bagi pengusaha muda, maka saya siap memimpin perjuangan itu. Saatnya kita bersatu, berkarya, dan menjadikan Bontang benar-benar berdaya,” pungkasnya. (*/Niwil)

















