BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Badak LNG terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat.
Kali ini, perusahaan menggelar pelatihan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai bagi anggota Kelompok Tani Karya Bersama di Kampung Hortikultura, lahan pertanian HOP 7, Bontang, Senin (30/6/2026).
Pelatihan yang menghadirkan narasumber Dwi Dally tersebut membekali peserta dengan keterampilan mengolah limbah non-B3 menjadi kompos, booster asam amino, hingga insektisida alami yang ramah lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Semai Bumi (Sejahterakan Masyarakat Melalui Agribisnis Inovatif, Berdaya, Unggul, dan Mandiri), program Corporate Social Responsibility (CSR) Badak LNG yang berfokus pada pengembangan pertanian produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, masyarakat didorong untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar sehingga berbagai material yang selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Keunikan Program Semai Bumi terletak pada penerapan konsep ekonomi sirkular. Berbagai limbah dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga limbah non-B3 dari proses industri LNG berupa kalsium silikat dimanfaatkan kembali untuk mendukung produktivitas pertanian.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari cara membuat kompos dari limbah organik, tetapi juga mempraktikkan pembuatan booster asam amino berbahan ikan rucah teri sebagai tambahan nutrisi tanaman.
Selain itu, petani dikenalkan dengan pembuatan biopestisida berbahan alami sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi lingkungan.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan kalsium silikat dari limbah industri LNG sebagai pengganti kapur dolomit.
Bahan tersebut dinilai mampu membantu memperbaiki kualitas tanah sekaligus meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
Melalui berbagai inovasi tersebut, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, menekan biaya produksi, sekaligus meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Sementara (Pjs.) Manager CSR & Relation Badak LNG, Syuhril, mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas petani agar semakin mandiri.
“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini menjadi langkah nyata menuju pertanian yang lebih mandiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syuhril.
Menurutnya, Program Semai Bumi tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Badak LNG berharap kolaborasi dengan Kelompok Tani Karya Bersama terus berkembang sehingga mampu menciptakan ekosistem pertanian yang inovatif, berdaya saing, dan ramah lingkungan.
Melalui program ini, perusahaan juga ingin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Syuhril menutup kegiatan. (*/Nwl)















