BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Pemerintah Kota Bontang terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal.
Regulasi tersebut disiapkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus menarik lebih banyak investor masuk ke Kota Bontang.
Pembahasan Raperda itu dilakukan bersama DPRD Bontang dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat DPRD, Senin (6/7/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, mengatakan Raperda menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Selain itu, aturan tersebut juga akan mengatur pemberian insentif dan berbagai kemudahan bagi investor.
“Yang kita inginkan iklim investasi di Kota Bontang semakin kondusif. Melalui penyusunan Raperda ini juga diatur pemberian insentif maupun kemudahan bagi investor,” katanya.
Menurut Sony, kehadiran Raperda diharapkan mampu menarik minat investor, baik dari dalam negeri, luar negeri, maupun putra daerah yang ingin menanamkan modalnya di Bontang.
Namun, ia mengakui masih ada persoalan yang harus segera dibenahi, terutama pada sektor perizinan.
Proses perizinan yang dinilai masih memakan waktu cukup lama menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan daya saing investasi daerah.
Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menyempurnakan konsep pelayanan perizinan.
“Saya juga berpesan kepada teman-teman DPMPTSP agar segera menjadwalkan rapat koordinasi mengenai konsep perizinan dan penanaman modal, sehingga setiap masukan bisa dipelajari lebih mendalam,” ujarnya.
Pemkot Bontang juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan kemudahan berusaha, sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Kota Bontang.
Sony berharap pembenahan itu mampu melahirkan inovasi pelayanan investasi yang lebih baik.
Dengan begitu, kepercayaan investor akan meningkat dan semakin banyak pelaku usaha memilih Kota Bontang sebagai daerah tujuan investasi. (*/Niwil)
















