BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang terus menggiatkan upaya mempercapat peningkatan kualitas sumber daya kader posyandu.
Kali ini, Puskesmas Bontang Selatan 1, Kader unggul kembali hadir seusai melaksanakan praktik Kerja Lapangan (PKL) di Ponsyandu Berseri 4, Jalan Selat Rote, RT 32, kelurahan Tanjung Laut pada Kamis (20/11/25) pagi.

PJ Posyandu Puskesmas Bontang Selatan 1 (PKM BS I), Murni, menjelaskan PKL merupakan rangkaian wajib sebelum kader dinyatakan lulus dalam mengikuti pelatihan 25 kemampuan dasar Posyandu.
Upaya ini dilakukan untuk mematikan kesesuaian antara teori kelas digital dan praktik langsung lapangan.
“Hari ini mereka melakukan praktik lapangan setelah materi minggu lalu,” ungkapnya.

Murni menjelaskan para kader yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan lima langkah penilaian yang menentukan kelulusan kompetensi dasar kader posyandu.

Lima langkah penilaian tersebut meliputi pendaftaran, pengukuran, pencatatan, tindakan petugas, dan penyuluhan.
Dia menambahkan terdapat sebanyak 15 kader dari tiga kelurahan di wilayah kerja Puskesman BS I.
Mereka merupakan perwakilan dari tiga kelompok dari posyanduu Inulsa Indah 3 (Satimpo), Posyandu Berseri 4 (Tanjung Laut), dan Posyandu Kasih Ibu 2 (Tanjung Laut Indah).
“Setiap kelompok menurunkan lima kader posyandu,” ujarnya.
Selanjutnya Murni menyampaikan penilaian yang dilakukan tim dari puskesman BS 1 tidak hanya mengukur berdasarkan praktik kerja saat di posyandu.
Kader posyandu juga dilatih untuk melakukan praktik kunjungan ke rumah masyarakat dan melakukan pemeriksaaan kesehatan.
Praktik kunjungan ke rumah masyarakat merupakan upaya puskesmas BS 1 dalam menilai tindakan kader posyandu saat melakukan tuganya dalam penyuluhan kesehatan.
Penilaian ini dinilai penting untuk memastikan terbangunannya hubungan baik kader posyandu dengan masyarakat.
“Kami pendamping menilai bagaimana kader berinteraksi dengan warga yang dikunjungi. Semua dievaluasi langsung hari ini,” ucapnya.
Murni mengatakan hasil penilaian praktik lapangan bagi kader posyandu akan diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang.
Selain itu, laporan penilaian juga juga terhubung langsung ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Kesehatan melalui jalur resmi.
“Penilaiannya akan kami setorkan ke Dinkes dan Bappenas Kaltim, lalu diteruskan ke Kemenkes,” imbuhnya. (*/ADV)

















