BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan menggelar rapat koordinasi bersama dinas terkait, camat, dan lurah, Rabu (9/4/2025).
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menekankan pentingnya pendataan kemiskinan secara langsung di lapangan untuk memastikan akurasi data.
Menurut dia, sejumlah langkah konkret harus terus digalakan seperti:
Target Nol Miskin Ekstrem: Pemerintah Kota Bontang menargetkan “zero miskin ekstrem” dalam program 100 hari kerja wali kota dan wakil wali kota.
Pendataan Langsung: Pendataan kemiskinan secara langsung di lapangan untuk memastikan akurasi data dan intervensi pemerintah yang tepat sasaran dan efektif.
Peran Lurah: Peran lurah sangat sentral sebagai penggerak utama yang harus bersinergi dengan RT setempat.
Kondisi Kemiskinan di Bontang:
Jumlah Penduduk Miskin: Jumlah penduduk miskin di Bontang mencapai 43.273 jiwa dari 18.389 kepala keluarga.
Miskin Ekstrem: Warga yang tergolong miskin ekstrem tercatat sebanyak 22 jiwa dari 7 kepala keluarga.
Komentar Agus Haris:
“Mengentaskan 22 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem harus sama-sama kita perjuangkan, perusahan harut ikut andil. Karna kami inginkan masuk tiga tahun kepemimpinan terlihat dampaknya secara signifikan,” tegasnya.
Dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, pemerintah juga mengadopsi strategi nasional, seperti yang dilakukan mantan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, yang menekankan tiga strategi pokok:
Memperbaiki pensasaran untuk menjangkau keluarga miskin, intervensi khusus di wilayah kantong kemiskinan, dan penyaluran program tambahan. (**/A)