KUTIM – Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kutai Timur menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Kutai Timur, menolak kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai merugikan sektor pendidikan dan kesehatan.
Aksi demonstrasi yang bertajuk “Indonesia Gelap” ini diikuti oleh sekitar 50 orang mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Kutim.
Dalam orasinya, Jenderal Lapangan (Jenlap) Yogi Oktanis menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak dapat diterima oleh masyarakat.
Aksi demonstrasi ini juga menagih tindak lanjut dari kasus video viral yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas PUPR Kutai Timur.
“Mahasisawa tidak akan diam, atas kelakuan para pemegang kekuasaan terhadap rakyat,” katanya, Kamis 27 Februari 2025.
Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan akan menindaklanjuti tuntutan ini.
Setelah melakukan dialog, Ketua DPRD Kutim menandatangani dokumen tuntutan sebagai bentuk komitmen untuk menyampaikannya ke pemerintah pusat.
“Kami sepakat dengan tuntutan ini dan akan menyampaikannya ke pusat. Dengan ditandatanganinya dokumen ini, maka aspirasi mahasiswa resmi kami dukung,” tutup Jimmi. (***)