Penajam Paser Utara – Bulan Ramadhan 1446 H telah memasuki hari ke-14. Pada momen ini, umat muslim dapat memanjatkan doa khusus untuk memohon perlindungan dari bencana dan malapetaka, Jumaat 14 Maret 2025.
Mengutip laman NU Online, doa orang yang berpuasa adalah mustajab. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya.
Berikut adalah bacaan doa Ramadhan hari ke-14:
اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya: Ya Allah! Mohon janganlah ENGKAU tuntut dari kami di bulan ini semua kesalahan yang aku lakukan. Hapuskan seluruh kesalahan dan kebodohanku. Hindarkan aku dari bencana dan malapetaka. Demi kemuliaan-MU, Wahai sandaran Kemulian kaum Muslimin.
Dengan memanjatkan doa ini, umat muslim dapat memohon perlindungan dari bencana dan malapetaka, serta memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Doa Ramadhan Hari Ke-14
Berikut ini bacaan doa Ramadhan hari ke-14. Doa ini berisi permohonan agar dilindungi dari bencana dan malapetaka.
اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya: Ya Allah! Mohon Janganlah ENGKAU tuntut dari kami di bulan ini semua kesalahan yang aku lakukan. Hapuskan seluruh kesalahan dan kebodohanku. Hindarkan aku dari bencana dan malapetaka. Demi kemuliaan-MU, Wahai sandaran Kemulian kaum Muslimin.(2)
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-14
Puasa Ramadhan merupakan salah satu amalan wajib yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Bahkan, terdapat keutamaan khusus pada puasa yang dikerjakan setiap harinya.
Adapun keutamaan puasa hari ke-14 bulan Ramadhan sebagaimana dikutip dari laman Universitas Al Azhar Indonesia yaitu:
“Kalian seperti berjumpa dengan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud dan Sulaiman, dan seperti beribadah kepada Allah bersama setiap Nabi selama dua ratus tahun.”
Keutamaan tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah kitab shahih yang telah di “Tahqiq”, yaitu kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah yang di tulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.(Red)
Sumber:detik.com