BERAU – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, melakukan kunjungan kerja (Kuker) di Kabupaten Berau, Selasa, 15 Juli 2025, lalu.
Kujunganya disambut baik Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Tujuanya meninjau langsung kondisi jalan rusak di Kilometer 46 Talisayan.
Peninjauan dilakukan di jalur strategis perbatasan Kutai Timur dan Berau. Total panjang ruas jalan mencapai 98,33 kilometer.
Sementara jalur dari Simpang 4 Kaliorang hingga batas Berau sepanjang 149,17 kilometer. Ada sembilan kegiatan pembangunan jalan di dua kabupaten.
Gubernur ingin memastikan kualitas pembangunan.
“Kami turun langsung, tidak hanya dari kantor,” ucapnya dikutip dari Pemprov Kaltim, Kamis 17 Juli 2025.
Dia menegaskan, jalan harus tahan lama.
“Kalau bisa 100 tahun ke depan,” katanya.
Pembangunan jalan ini dinilai sangat penting. Pasalnya, jalur tersebut dilalui kendaraan berat pengangkut hasil tambang dan perkebunan.
“Kualitas jalan harus sesuai kapasitas kendaraan,” ujarnya.
Gubernur juga sudah bertemu Menteri PUPR. Menteri Doddy Hanggodo berkomitmen mendukung pembangunan jalan di Kaltim.
“Pemerintah pusat siap bantu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Aji M Fitra Firnanda menyampaikan laporan.
Saat ini sedang berlangsung rekonstruksi jalan sepanjang 16 kilometer. Lokasi pekerjaan berada di Berau hingga batas Kutai Timur.
“Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp200 miliar,” sebutnya
Kondisi jalan Talisayan – Tanjung Redeb masih belum sepenuhnya mantap. Panjang jalan 151,28 km. Sebanyak 135,35 km sudah mantap. Sisanya 15,93 km masih rusak.
Diektahui, Wakil Gubernur HSeno Aji ikut mendampingi, serta Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum dan anggota DPRD Kaltim Dapil VI. (*/Red)