SAMARINDA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda menggelar aksi kemanusiaan di depan gerbang tol Balsam, Senin (17/3/2025).
Aksi ini meminta Pemprov Kaltim untuk mengevaluasi kinerja pihak pengelola jalan tol Balsam.
Kondisi Jalan Tol Balsam
Ketua PC PMII Kota Samarinda, Taufikuddin, jalan tol Balsam yang beroperasi sejak 2019 telah mengalami penurunan kualitas yang signifikan.
Hal ini menyebabkan jalan tol menjadi bergelombang dan tidak rata, sehingga mengakibatkan kurangnya kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
“Ini melangarar dari penegasan dalam UU. NO 2 Tahun 2022 tentang jalan bahwa dalam Pasal 2 ayat 2 dan 3 mengaskan bahwa penyelenggaraan jalan dilaksanakan dengan berdasarkan asas,” jelasnya.

Menurutnya, sejak difungsionalkanya pada tahun 2019-2023 telah tercatat sebanyak 16 kecelakaan yang di alami pengguna jalan diduga akibat dari kualitas jalan yang buruk dan bergelombang.
Padahal dalam penyelengara dan pengelola Jalan Balsam dalam naungan PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), seharusnya berupaya melakukan perbaikan kualitas jalan yang selaras dengan biaya tol yang di naikan dan mahal.
“Pemerintah eksekutive dan legislatif seakan diam membisu tanpa melakukan peneguran dan denda administrasi kepada pihak pengelola jalan,” tegasnya.
Tuntutan PMII
1. Meminta Gubernur Kaltim dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur untuk memanggil PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JSB) untuk melakukan perbaikan jalan tol.
2. Mendesak pihak PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JSB) untuk melakukan perbaikan infrastruktur akibat kualitas jalan yang tidak merata.
3. Mendesak BPK RI untuk melakukan audit investigasi anggaran pengelolaan jalan tol Balikpapan-Samarinda.
Sikap PMII
PMII Kota Samarinda menegaskan bahwa kepetingan rakyat harus di atas segala-galanya. Oleh karena itu, PMII akan terus memantau dan mendesak pihak terkait untuk melakukan perbaikan jalan tol Balsam. (***)