JAKARTA – Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering mengungkapkan temuan menggembirakan dalam dunia medis: vaksin kanker universal yang berpotensi digunakan untuk berbagai jenis kanker.
Berbeda dari vaksin konvensional yang dirancang untuk mencegah infeksi, vaksin ini bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang sel tumor yang telah tumbuh, sekaligus mencegah kekambuhan kanker setelah pengobatan. Vaksin ini dibangun menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), mirip dengan pendekatan yang digunakan dalam vaksin COVID-19.
Dikutip dari Live Science, vaksin ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan produksi interferon tipe-1 komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai sinyal untuk mendeteksi dan menghancurkan sel kanker serta mengendalikan peradangan.
Dalam serangkaian uji coba pada tikus laboratorium, para peneliti dari University of Florida Health menunjukkan hasil yang menjanjikan. Vaksin tersebut terbukti mampu mengaktifkan sistem imun untuk melawan tumor dan memperlambat pertumbuhan sel kanker, termasuk pada tikus dengan kanker kulit, kanker otak, hingga kanker tulang metastatik.
“Ini bukan hanya soal satu jenis kanker. Saya percaya ini adalah vaksin universal yang dapat digunakan untuk mengobati semua jenis kanker,” ujar Elias Sayour, penulis utama studi dan ahli onkologi pediatrik dari University of Florida Health. Selasa, 7 Agustus 2025.
Studi saat ini memang masih fokus pada tumor padat jenis kanker yang selama ini diketahui cukup sulit diatasi dengan imunoterapi. Namun, Sayour yakin bahwa pendekatan ini juga efektif sebagai pencegahan sekunder, yaitu untuk mencegah sel kanker yang sudah diobati agar tidak kambuh.
Tak berhenti sampai di situ, Sayour dan timnya kini tengah melangkah ke tahap uji klinis pada manusia. Uji coba awal akan melibatkan pasien dengan dua jenis kanker berulang, yaitu glioma (kanker otak) dan osteosarkoma (kanker tulang). (*/Whd)