BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, meminta Pemkot Bontang mengambil langkah tegas dalam menyikapi maraknya peredaran rokok ilegal yang masih ditemukan di sejumlah titik penjualan.
Menurut Sahib, pemerintah daerah tidak boleh bersikap pasif meskipun kewenangan penindakan berada di tangan instansi vertikal seperti Bea Cukai.
Dia menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap persoalan yang terjadi di wilayahnya mendapat perhatian dan penanganan yang tepat.
“Pemkot harus memanggil pihak-pihak terkait dan meminta penjelasan. Semua yang terjadi di Bontang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk dikoordinasikan,” ujar Sahib saat ditemui, Senin (8/6/2026).
Selain itu, ia menilai tidak menutup kemungkinan adanya praktik permainan dalam rantai distribusi rokok ilegal tersebut.
Menurutnya, potensi penyimpangan selalu ada mengingat kasus serupa kerap terungkap di berbagai daerah di Indonesia.
“Kita tidak bisa menutup mata. Potensi permainan selalu ada. Di daerah lain banyak kasus yang terungkap, sehingga hal seperti itu juga harus menjadi perhatian di Bontang,” katanya.
Sahib mengingatkan, fokus utama saat ini bukan mencari alasan atau saling melempar tanggung jawab, melainkan menghentikan peredaran barang ilegal yang sudah beredar di tengah masyarakat.
Ia juga menilai Pemkot Bontang dapat mempertimbangkan penyusunan regulasi daerah guna memperkuat pengawasan serta pencegahan peredaran rokok ilegal.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus memiliki semangat yang sama dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Sahib mengungkapkan, selama dirinya menjabat sebagai anggota DPRD, persoalan rokok ilegal belum pernah dibahas secara khusus di lembaga legislatif tersebut.
Meski demikian, melihat perkembangan yang terjadi saat ini, ia menilai isu tersebut sudah layak menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan di Kota Bontang.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana peredaran rokok ilegal ini bisa segera dihentikan,” pungkasnya. (*/Niwil)

















