BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Pendapatan daerah dari pengelolaan rumah susun (rusun) milik Pemerintah Kota Bontang menunjukkan tren positif.
Hingga Mei 2026, realisasi pendapatan dari sektor tersebut telah mencapai Rp458 juta atau sekitar 57 persen dari target tahunan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Bontang, Usman, mengatakan target pendapatan pengelolaan tiga rusun milik pemerintah daerah pada 2026 ditetapkan sebesar Rp803 juta.
“Target kita di tahun 2026 sebesar Rp803 juta. Sampai Mei ini realisasinya sudah Rp458 juta atau sekitar 57 persen,” ujarnya, Senin (23/6/2026).
Capaian tersebut didorong tingginya tingkat hunian di Rusun Api-Api dan Rusun Loktuan. Bahkan, Rusun Api-Api yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah kini hampir terisi penuh.
Menurut Usman, tingkat keterisian Rusun Api-Api telah mencapai 99 persen. Tingginya minat masyarakat membuat pengelola bahkan harus menyiapkan daftar tunggu bagi calon penghuni.
“Hunian di Api-Api sudah terisi 99 persen. Bahkan kami memiliki daftar tunggu bagi masyarakat yang ingin menempati rusun tersebut,” katanya.
Rusun Api-Api sendiri memiliki 198 kamar, sementara Rusun Loktuan menyediakan 70 kamar. Tingkat keterisian yang tinggi pada kedua rusun tersebut menjadi penyumbang utama pendapatan daerah dari sektor hunian vertikal.
Berbeda dengan dua rusun lainnya, tingkat hunian Rusun Guntung masih tergolong rendah. Dari total 90 kamar yang tersedia, baru sekitar 40 persen yang terisi.
Rendahnya tingkat hunian tersebut disebabkan sebagian kamar belum dapat digunakan akibat adanya kerusakan struktur bangunan berupa retakan yang masih memerlukan penanganan.
“Untuk Rusun Guntung saat ini baru sekitar 40 persen. Ada beberapa kamar yang belum kami isi karena terdapat retak struktur pada bangunan yang perlu penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Meski demikian, Perkim Bontang optimistis target pendapatan tahun ini dapat tercapai. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan rusun agar tingkat hunian semakin tinggi.
“Kita terus meningkatkan kualitas layanan ke depannya,” pungkasnya. (*/Niwil)













