BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Baru menerima tongkat kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur Hidayah langsung dihadapkan pada tantangan besar.
Tantangan itu, soal jumlah penghuni lapas yang membeludak hingga lebih dari empat kali lipat kapasitas ideal.
Hidayah resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIA Bontang setelah diperkenalkan dalam serah terima jabatan (sertijab) di Lapas Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Sabtu (20/6/2026) lalu.
Usai dilantik, langkah pertamanya bukan sekadar seremoni, melainkan konsolidasi internal dan pengecekan langsung kondisi lapas untuk memastikan keamanan serta ketertiban tetap terkendali.
Tantangan terbesar yang langsung menjadi perhatian Hidayah adalah overkapasitas penghuni.
Saat ini, Lapas Kelas IIA Bontang dihuni sekitar 1.765 warga binaan, sementara kapasitas ideal hanya mampu menampung sekitar 376 orang.
Kondisi tersebut membuat upaya pengendalian jumlah penghuni menjadi pekerjaan utama yang harus segera ditangani.
Salah satu solusi yang terus didorong pemerintah adalah redistribusi warga binaan ke lapas lain yang masih memiliki daya tampung, sekaligus pembangunan fasilitas pemasyarakatan baru di sejumlah wilayah, termasuk Kaltim.
“Overkapasitas menjadi perhatian utama,” ujarnya saat ditemui, Selasa, 30 Juni 2026.
Meski menghadapi keterbatasan ruang, Hidayah memastikan program pembinaan tetap berjalan.
Pembinaan keagamaan, pelatihan keterampilan, hingga program kemandirian akan terus diperkuat agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.
Sebagai kota industri, Bontang dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan pembinaan berbasis kebutuhan dunia kerja.
Ke depan, pelatihan bagi warga binaan akan diarahkan agar lebih relevan dengan sektor usaha dan industri.
“Warga binaan harus punya keterampilan,” katanya.
Selain persoalan hunian, Hidayah juga menaruh perhatian serius pada aspek keamanan.
Pengawasan terhadap peredaran narkotika, telepon genggam ilegal, serta barang terlarang lainnya akan diperketat melalui razia rutin maupun insidentil.
Menurutnya, perkembangan modus penyelundupan menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran petugas.
“Tidak ada ruang untuk pelanggaran,” tegasnya.
Dengan fokus pada pengendalian overkapasitas, penguatan keamanan, dan peningkatan kualitas pembinaan, Hidayah menargetkan Lapas Bontang tetap menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan produktif.
“Kami ingin lapas yang aman dan produktif,” pungkasnya. (*/Niwil)

















