BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz Sofyan Hasdam, menanggapi serius keluhan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) terkait keterbatasan lahan pemakaman di Bontang Kuala yang kini dinilai sudah penuh.
Politisi Partai Golkar itu mengungkapkan, persoalan ini sebenarnya telah lama menjadi pembahasan antara DPRD dan pemerintah.
Bahkan, anggaran untuk pembebasan lahan pun sempat disiapkan. Namun hingga kini, belum dapat dieksekusi karena belum tercapainya kesepakatan harga dengan pemilik lahan.
“Anggarannya sudah dialokasikan, tetapi pemilik lahan belum sepakat dengan tawaran harga dari pemerintah. Ini yang menjadi hambatan utama dalam proses eksekusinya,” jelas Andi Faiz, Rabu (8/5/2025).
Ia menyebutkan, DPRD dan Pemkot Bontang saat ini tengah mengkaji sejumlah opsi solusi, termasuk pengembangan kawasan pemakaman umum terpadu dan pembebasan lahan di sekitar area pemakaman yang sudah ada.
“Untuk solusi jangka pendek, bisa dilakukan pembebasan lahan di sekitar Bontang Kuala yang masih memungkinkan. Sementara solusi jangka panjang masih dalam tahap penyusunan,” ujarnya.
Tak hanya di Bontang Kuala, aspirasi serupa juga disampaikan warga dari wilayah Loktuan dan Lempake.
DPRD, kata Andi Faiz, akan mengkaji semua aspirasi tersebut secara menyeluruh dan menentukan opsi terbaik yang bisa segera direalisasikan.
“Kami berkomitmen terus berkoordinasi dengan Pemkot agar kebutuhan dasar masyarakat seperti lahan pemakaman tidak terabaikan,” pungkasnya. (**/A)

















