BONTANG – Pembangunan jalan tol Samarinda – Bontang diproyeksikan menjadi faktor kunci dalam mempercepat arus investasi menuju Kawasan Industri Bontang Lestari (Bonles).
Akses infrastruktur yang lebih cepat dan efisien dinilai akan membuka peluang besar bagi pengembangan kawasan industri seluas 1.102,94 hektare tersebut.
Karel, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, mengatakan konektivitas yang baik merupakan syarat penting untuk menarik minat investor.
Pembangunan tol dianggap sebagai momentum strategis bagi pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir timur Kalimantan Timur.
“Pasti berharap proyek tol Samarind – Bontang segera terealisasi. Infrastruktur ini akan menjadi urat nadi logistik industri di Bontang Lestari,” ujar Karel, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, kemudahan akses transportasi darat akan memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi bahan baku dan hasil produksi, serta meningkatkan daya saing kawasan industri.
Hal itu akan berdampak langsung pada percepatan realisasi investasi dari berbagai sektor.
DPMPTSP Bontang telah memetakan 18 jenis usaha potensial di Bontang Lestari, mulai dari industri pengolahan limbah B3, farmasi, biodiesel, hingga manufaktur kaca dan panel surya.
Dengan dukungan tol dan infrastruktur lainnya, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Kalimantan Timur.
Selain infrastruktur, Pemkot juga tengah menyiapkan regulasi dan insentif investasi, seperti Raperda Penanaman Modal serta Raperda tentang kemudahan berinvestasi yang saat ini dibahas bersama DPRD.
Langkah ini diharapkan memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi pelaku usaha.
“Kami membuka peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan, tapi juga ramah lingkungan. Semua sektor dikembangkan dengan prinsip berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan Kementerian Investasi, Bontang optimistis Kawasan Industri Bontang Lestari akan menjadi pusat ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
“Ketika jalan tol selesai, maka Bontang Lestari akan benar-benar terkoneksi dengan sentra ekonomi Kaltim. Itu akan menjadi titik balik besar bagi Bontang,” tutupnya. (*/Ayb)

















