SANGATTA – Puluhan pelaku budaya di Kutai Timur kini menunggu keputusan final penerima Anugerah Kebudayaan 2025.
Penghargaan ini menjadi momen penting bagi mereka yang selama ini aktif melestarikan tradisi dan kesenian lokal, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah.
Fadliansyah Budi, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, menekankan bahwa proses seleksi bukan hanya menilai dokumen, tapi juga melihat kontribusi nyata di lapangan.
“Kami ingin memastikan budaya yang mereka rawat benar-benar hidup di masyarakat, bukan sekadar catatan di atas kertas,” ujarnya belum lama ini.
Setelah melalui sosialisasi dan pengumpulan berkas administrasi, tim penilai turun langsung ke komunitas masing-masing tokoh budaya.
Dari sanggar seni hingga acara tradisi lokal, tim menilai bagaimana kreativitas dan dedikasi mereka mendorong partisipasi masyarakat.
Kini, penghargaan ini tinggal menunggu keputusan final. SK penetapan penerima tengah disusun, menandai berakhirnya proses panjang yang telah berlangsung hampir tiga bulan.
Pemerintah daerah berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga memantik semangat generasi muda untuk ikut menjaga khazanah budaya Kutai Timur.
“Anugerah ini adalah pengakuan atas kerja nyata dan dedikasi mereka, sekaligus pengingat bagi semua bahwa budaya adalah identitas yang harus terus dijaga,” tutup Fadliansyah. (ADV)
















