KUTIM, CUITANKALTIM.COM – Perairan di sekitar Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, kembali menjadi perhatian.
Warga menemukan lapisan menyerupai minyak dan endapan mencurigakan yang mengapung di sekitar area jeti perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Temuan itu terekam dalam foto dan video yang beredar pada 19 Juni 2026. Dalam dokumentasi tersebut, permukaan laut tampak berubah warna dan terlihat lapisan berminyak yang memicu kekhawatiran masyarakat pesisir.
Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Sangsaka, Sapina Wahdah, mengatakan informasi awal diterimanya dari seorang warga yang mengirimkan rekaman kondisi perairan pada pagi hari.
“Setelah saya konfirmasi, warga menyebut kondisi itu terlihat saat aktivitas pengantaran karyawan berlangsung di sekitar kawasan jeti,” ujarnya, Rabu 24 Juni 2026.
Mendapat laporan tersebut, Sapina bersama beberapa rekannya langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Mereka menyisir area sekitar jeti lama hingga jeti baru yang berada di perairan Pulau Miang.
Dari hasil pengamatan lapangan, masih ditemukan cairan yang mengapung di permukaan laut. Kondisi itu terlihat di area yang berdekatan dengan fasilitas pelabuhan perusahaan.
“Kami melihat langsung adanya cairan di permukaan perairan. Itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.
Menurut Sapina, keluhan terkait kondisi perairan di kawasan tersebut bukan pertama kali muncul.
Sejumlah nelayan sebelumnya juga mengaku khawatir terhadap perubahan kualitas lingkungan laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Jika tidak segera ditelusuri, kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada ekosistem pesisir dan hasil tangkapan nelayan.
Warga juga berharap ada pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sumber material yang ditemukan di laut tersebut.
“Yang kami inginkan sederhana, ada kejelasan dan penanganan,” tegasnya.
Hingga kini belum diketahui secara pasti asal lapisan minyak maupun endapan yang ditemukan di lokasi. Pihak perusahaan juga belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut.
“Jangan sampai persoalan ini berulang tanpa solusi,” tutupnya. (*/Arya)











