BONTANG – Banjir besar yang melanda wilayah Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (14/2/2026), menelan korban jiwa.
Dua santri dari lembaga pendidikan Hidayatullah dilaporkan meninggal dunia diduga akibat tenggelam saat banjir merendam permukiman warga.
Peristiwa tragis itu terjadi di Kilometer Enam, Jalan Sungai Bontang, Desa Suka Rahmat RT 08.
Hujan deras sejak malam sebelumnya membuat debit sungai meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi rumah warga.
Warga menyebut ketinggian air naik cepat dengan arus cukup deras.
“Banjir kali ini lebih parah dari sebelumnya,” ujar Mutmainnah, salah seorang warga.
Evakuasi sempat dilakukan warga bersama tim pemadam kebakaran. Namun, kedua korban tak tertolong dan dibawa ke RSUD Kota Bontang.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan dan pendalaman kronologi kejadian.
Banjir masih menggenangi sejumlah titik di Bontang dan Kutai Timur. Aparat dan relawan terus melakukan pemantauan serta membantu evakuasi warga terdampak.
Masyarakat di bantaran sungai diimbau tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi.
Terpisah, Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.
HMB juga mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis, termasuk evaluasi tata kelola lingkungan, sistem drainase, dan mitigasi bencana jangka panjang agar banjir tak terus berulang.
“Pemerintah harus evaluasi tata kelola lingkungan baik sistem drainase, dan mitigasi bencana,” tegas Muammar Kepala Departemen Kemahasiswaan HMB. (*/Maldini)

















