Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Negara, Demokrasi, dan Bibit-bibit Kekuasaan Otoritarianisme

Negara, Demokrasi, dan Bibit-bibit Kekuasaan Otoritarianisme

by Redaksi Cuitan Kaltim
November 26, 2025
in Opini, Umum
0
Penulis: Arya Gandi

Penulis: Arya Gandi

Share on Facebook

CUITAN OPINI – Negara selalu menjadi diskursus yang menarik untuk dibahas. Sebab, negara merupakan organisasi besar yang menjalankan mekanisme dan prosedur yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan setiap warga.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat.

Para pemikir politik memberikan definisi berbeda mengenai negara. Seperti Aristoteles, misalnya, menyebut negara (polis) sebagai kumpulan masyarakat yang dibentuk untuk mencapai kebaikan dan kebahagiaan, karena manusia pada dasarnya selalu mengupayakan sesuatu yang dianggap baik.

Sementara itu, dalam buku Staatsrecht van Nederlands Indie, negara dipandang sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki tujuan mengatur dan mengurus masyarakat dengan kekuasaan yang dimilikinya.

Berbeda dari konsep negara, otoritarianisme adalah sistem politik yang memusatkan kekuasaan pada satu individu atau sekelompok elit, dengan membatasi kebebasan dan memaksa kepatuhan rakyat.

Paham ini cenderung menggunakan tekanan bahkan kekerasan untuk menciptakan ketakutan.

Negara dan Kontestasi Kekuasaan

Bentuk negara secara umum terbagi menjadi dua: monarki dan republik. Monarki dipimpin oleh kepala negara yang ditentukan berdasarkan garis keturunan, sebagaimana masih diterapkan di Inggris dan beberapa kerajaan modern lainnya.

Sementara itu, republik menempatkan kepentingan publik sebagai dasar penyelenggaraan negara, dengan presiden atau kepala pemerintahan yang dipilih melalui mekanisme pemilu.

Konsep republik bertolak belakang dengan monarki yang berpusat pada garis keturunan.

Indonesia secara tegas menganut bentuk republik sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (1): “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.”

Hal ini diperkuat Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.

Untuk menjalankan kedaulatan rakyat tersebut, Indonesia menggunakan sistem demokrasi, sebuah sistem yang menjamin hak setara bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan yang menyangkut hajat hidup mereka.

Namun dalam praktiknya, perjalanan demokrasi Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Berbagai peristiwa seperti penangkapan aktivis, tindakan kekerasan aparat, hingga penyitaan buku menunjukkan adanya pengingkaran terhadap hak-hak demokratis dan prinsip HAM.

Selain itu, proses legislasi sering tampak tergesa-gesa, minim partisipasi publik, dan cenderung mengikuti kehendak kekuasaan.

Padahal, demokrasi menuntut adanya partisipasi bermakna yakni pelibatan rakyat secara substansial, bukan sekadar formalitas konsultasi.

Fenomena-fenomena tersebut menunjukkan kecenderungan lahirnya bibit otoritarianisme ketika kehendak penguasa menjadi lebih dominan dibanding aspirasi rakyat.

Demokrasi, Otonomi Daerah, dan Munculnya Bibit Otoritarianisme

Demokrasi menegaskan bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Rakyat berhak mengontrol jalannya pemerintahan baik secara langsung maupun melalui lembaga perwakilan.

Hubungan antara demokrasi dan otonomi daerah juga sangat erat. Otonomi memberikan kesempatan bagi daerah untuk mengelola kebutuhan sendiri, mengatur kebijakan sesuai karakter lokal, dan memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan.

Namun, otonomi daerah juga menciptakan tantangan. Di banyak daerah, muncul elit-elit baru yang memanfaatkan ruang otonomisasi untuk kepentingan kelompoknya.

Hal ini membuat proses kebijakan tidak lagi berorientasi pada kepentingan masyarakat luas dan justru melahirkan kesenjangan sosial. Kondisi ini bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

Di sisi lain, muncul pula gejala meningkatnya keterlibatan militer dalam sektor-sektor sipil, seperti pertanian dan program-program sosial.

Padahal jabatan-jabatan tersebut idealnya steril dari campur tangan militer. Keterlibatan semacam ini mendekati pola otoritarianisme yang menempatkan kekuatan bersenjata sebagai penopang kekuasaan.

Krisis demokrasi juga terlihat dari melemahnya oposisi. Partai-partai yang seharusnya menjadi pengkritik pemerintah justru ikut larut dalam arus kekuasaan. Rekonsiliasi politik yang menghilangkan fungsi oposisi membuat ruang kontrol publik semakin sempit.

Sementara itu, pemberian konsesi tambang kepada kelompok tertentu juga mengindikasikan adanya upaya merangkul kelompok strategis agar tidak mengkritik kekuasaan.

Semua ini menunjukkan gejala sentralisasi kekuasaan, di mana pengambilan kebijakan semakin terpusat.

Contohnya keputusan bahwa izin pertambangan, baik skala besar maupun kecil, hanya dapat diterbitkan presiden dan kementerian terkait.

Sebagai kesimpulanya, untuk mewujudkan kedaulatan rakyat secara nyata, pelaksanaan demokrasi harus kembali pada prinsip konstitusi: menjamin hak asasi manusia, kebebasan sipil, dan keterlibatan publik.

Kriminalisasi terhadap penyampai pendapat harus dihentikan. Pemerintahan juga harus transparan serta membuka ruang partisipasi bermakna dalam setiap pembuatan kebijakan.

Demokrasi hanya dapat bertahan jika rakyat dilibatkan secara aktif, oposisi diberi ruang, kebebasan dijaga, dan kekuasaan tidak terkonsentrasi pada segelintir elit.

Jika tidak, maka bibit-bibit otoritarianisme akan tumbuh semakin subur dan perlahan menggerus sendi-sendi demokrasi itu sendiri. (***)

Penulis: Arya Gandi

Post Views: 360
Tags: DemokrasiNegaraOtoritarianisme
Share16Send

Related Posts

Anggota DPRD Kaltim Shemmy Permata Sari menggelar sosialisasi penguatan demokrasi daerah yang ke-3, pada Jumat 21 Maret 2025 (Ayb)

Ratusan Ibu-Ibu Hadir dalam Sosialisasi Demokrasi Shemmy Permata Sari di Bontang

by Redaksi Cuitan Kaltim
Maret 21, 2025
0
66

BONTANG - Ratusan ibu-ibu hadir dalam sosialisasi penguatan demokrasi ketiga yang digelar anggota DPRD Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari, di...

Ilustrasi Politik Identitas (ChatGPT)

Menilik Politik Identitas di Indonesia: Sudut Pandang Islam

by Redaksi Cuitan Kaltim
Maret 7, 2025
0
38

OPINI - Politik identitas menjadi isu yang semakin mencuat di Indonesia, terutama ketika agama digunakan sebagai alat politik. Sebagai agama...

Next Post
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman

Pemkab Kutim Perketat Izin Toko Modern, Bupati: Pedagang Kecil Harus Tetap Hidup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Konferensi Pers, Pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bontang

    Kisruh POBSI Bontang: Dana Tak Transparan dan Proker Tak Pernah Dilaksanakan

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Bocah 10 Tahun Diserang Buaya di Perairan Tanjung Limau Bontang

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Negara, Demokrasi, dan Bibit-bibit Kekuasaan Otoritarianisme

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Jadwal Kapal di Pelabuhan Loktuan Bontang untuk Desember 2025 Resmi Dirilis

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • SDIT Cahaya Fikri Gelar Festival Tahunan, 418 Siswa Tampilkan Seni dan Budaya Nusantara

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

Maret 11, 2025
Konfirensi pers orang tua korban di dampingi kuasa hukum (Ist)

Fakta Kematian Tahanan Lapas, Ini Keterangan Kuasa Hukum Korban

Maret 13, 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

November 8, 2024
MK Tolak Gugatan Kota Bontang soal Dusun Sidrap, Kades Martadinata Imbau Warga Jaga Kondusivitas

MK Tolak Gugatan Kota Bontang soal Dusun Sidrap, Kades Martadinata Imbau Warga Jaga Kondusivitas

September 17, 2025
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
Petugas dan kendaraan medis bersiaga di area pintu masuk kawasan Desa Martadinata saat pelaksanaan Bontang International Ultra Trail 2025, Minggu (30/11/2025).

Kepala Desa Martadinata Protes Balai TNK soal Event Bontang International Ultra Trail

November 30, 2025
HUT ke-10 Tahun Viking Borneo Sangatta

Viking Borneo Sangatta 10 Tahun, Tekankan Persatuan Suporter dan Kiprah Sosial

November 30, 2025
Edukasi Kanker Serviks di Puskesmas Bontang Barat, Sabtu, 29 November 2025.

Cegah Kanker Serviks, Dinkes Bontang Gencarkan Edukasi dan Pemeriksaan HPV DNA

November 30, 2025
Satlantas Polres Bontang lakukan Operasi Zebra Mahakam 2025

Polres Bontang Amankan 3.578 Pelanggar Selama 11 Hari Operasi Zebra Mahakam 2025

November 30, 2025

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang