BONTANG – Maraknya penyalahgunaan narkoba kembali menjadi perhatian di dunia pendidikan Kota Bontang.
Setelah tiga pelajar dinyatakan positif menggunakan narkoba pada pemeriksaan tes urine Oktober lalu, Pemkot Bontang membeberkan hasil survei terbaru terkait kondisi sosial pelajar.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pihaknya telah melakukan survei terhadap perilaku berisiko di kalangan pelajar.
Survei dilakukan terhadap sekitar 1.600 siswa dari berbagai sekolah di Kota Taman.
“Dari survei yang kami lakukan, sekitar 0,5 persen pelajar terindikasi menggunakan narkoba,” ujar Neni usai menghadiri rapat paripurna bersama DPRD Bontang di Auditorium 3D, Jumat (28/11/2025).
Selain temuan penyalahgunaan narkoba, Neni menyebut survei tersebut juga mengungkap perilaku pelajar yang perlu mendapat perhatian khusus.
“Dalam survei itu juga muncul indikasi pelajar yang merokok dan menonton video porno. Ini jadi alarm bagi kita semua,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, Pemkot menyiapkan program terapi psikologis klinis bagi pelajar yang terindikasi menggunakan narkoba untuk mencegah mereka kembali pada perilaku berisiko.
Dia juga menegaskan bahwa pembentukan Duta Anti Narkoba di sekolah bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi diharapkan bisa menjadi motor gerakan pencegahan di lingkungan pendidikan.
“Duta anti narkoba ini kami harapkan bisa jadi penggerak dan penyampai pesan kepada teman-temannya agar menjauhi narkoba,” tegasnya.
Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polres Bontang bersama sejumlah SMA/SMK telah melakukan tes urine terhadap pelajar pada Oktober 2025.
Dari pemeriksaan itu, tiga pelajar dinyatakan positif, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat satu kasus. (*/Ayb)


















